Yield Farming Itu Tren Namun DeFi Bisa Mengubah Cara Kita Berinteraksi Dengan Uang

Ketika wabah Covid-19 mendatangkan bencana pada ekonomi AS dan dunia, investor bergumul dengan penurunan ekonomi kedua hanya dalam lebih dari satu dekade. Meskipun krisis keuangan pada 2008 dan pandemi virus korona sangat berbeda, namun kedua krisis tersebut telah menghasilkan volatilitas pasar dan memungkinkan kemunculan teknologi baru.

Disrupsi ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi juga menyoroti pentingnya melayani masyarakat yang saat ini berada di luar sistem keuangan baik di negara berkembang maupun di negara maju. Menurut bank dunia, saat ini terdapat 1,7 miliar individu yang tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Sejak kemerosotan finansial, masyarakat mulai mempertanyakan perusahaan yang sudah besar dan sistem tradisional seperti bank. Dengan lebih dari setengah populasi dunia berumur di bawah 30 dan 55% dari 7.7 miliar penduduk di dunia sudah masuk ke dunia online, mencari solusi alternatif untuk struktur keuangan yang ada ke alternatif yang lebih mengerucut.  12 tahun setelah krisis keuangan pada 2008, masyarakat dunia menjadi lebih waspada terhadap bank. Berdasarkan survey rumah tangga yang dilakukan oleh Federal Deposit Insurance Corporation, di luar tingginya biaya yang dikenakan dan saldo minimum, masyarakat yang belum terjangkau oleh bank mengatakan ada kurangnya kepercayaan dan ada kebutuhan akan privasi sehingga mengakibatkan mereka tidak memiliki rekening di bank. Jika dikombinasikan, maka berikut adalah beberapa persentase alasan utama masyarakat tidak memiliki rekening bank: tidak percaya (16.1%) dan tidak aman (7.1%). Kedua alasan ini sudah menjadi 1/4 alasan utama mengapa masyarakat tidak memiliki rekening di bank.

Ketidakpercayaan kepada bank menimbulkan adanya alternatif layanan keuangan yang mengarah pada peningkatan jumlah alternatif dimana orang dapat menaruh uang mereka. Salah satu pilihan yang populer adalah perusahaan teknologi. Ide ini benar-benar menarik perhatian setelah diperkenalkannya iPhone pada 2007 dan App store pada tahun berikutnya. Apple tidak hanya membuka kesempatan untuk produk dan layanan yang baru namun  juga menciptakan cara baru untuk lebih cepat mendistribusikan software sambil menghubungkan penduduk di seluruh dunia via internet.

Beberapa startup yang mampu mendobrak pasar juga dihasilkan dari keterpurukan ekonomi. Instagram, Whatsapp, Airbnb, Twilio, Dropbox, dan Slack merupakan salah satu hasil karya dari pengusaha sukses yang mendirikan usahanya pada masa resesi. Tidak hanya brand bernilai miliaran dolar, startup fintech seperti Kabbage, LearnVest dan Betterment mulai muncul di sekitar Silicon Valley dan membuat perubahan yang besar dengan digitalisasi perbankan. Aplikasi fintech ini tidak hanya meniadakan pihak ketiga namun juga secara drastis mengubah bagaimana masyarakat berinteraksi dengan uang pada kehidupan sehari-hari.

Pengecualian Finansial

Masa-masa yang tidak pasti sudah menghasilkan cara untuk menjadi dunia yang lebih baik karena banyak orang yang mencari alternatif yang lebih dapat diandalkan daripada lembaga keuangan yang sudah mengecewakan mereka. Sama seperti resesi pada tahun 2008 yang memaksa munculnya startup sukses, pandemi Covid-19 yang terjadi di 2020 juga demikian.

Saat ini, kita melihat meningkatnya tingkat pengangguran karena Covid-19. Pada musim gugur kali ini, the United States Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa pengangguran jangka panjang atau mereka yang telah menganggur selama 27 minggu atau lebih, melonjak menjadi lebih dari 2 juta – jumlah tertinggi sejauh ini dalam resesi yang disebabkan oleh pandemi virus corona. Meskipun beberapa orang juga sudah kembali bekerja namun data tersebut menunjukkan meningkatnya tingkat pengangguran dalam jangka waktu 7 bulan terakhir.

Dengan kecemasan yang terus hadir, baik konsumen maupun bisnis mulai mencari bank dan credit union untuk bantuan finansial, akses ke bantuan pemerintah dan panduan tentang bagaimana mengatasi badai ekonomi yang sedang berlangsung. Namun, institusi gagal dan sayangnya sistem yang diterapkan untuk melindungi kita seperti layanan kesehatan, pengujian, peralatan pelindung dan supply chain telah hancur akibat kepemimpinan yang buruk dan reaksi pemimpin yang telat. Sama seperti tahun 2008, konsumen mulai beralih ke teknologi untuk mencari solusi.

Kesempatan Untuk DeFi

Ini merupakan peluang besar bagi fintech saat ini terutama decentralized finance karena ia memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan keuangan untuk sebagian besar populasi di dunia. Tren cryptocurrency sendiri baru mulai menarik perhatian masa pada 2020 dengan DeFi yang menghilangkan perantara seperti bank sehingga menambah kecepatan transaksi. Jumlah total nilai yang terkunci di platform DeFi telah meningkat sekitar 12 miliar dolar AS dalam jangka waktu 1 tahun, dilansir dari website DeFi Pulse.

Selama beberapa tahun terakhir, penggalangan dana menjadi tantangan untuk perusahaan fintech terutama untuk usaha tahap awal karena investor biasanya fokus pada startup yang sudah mapan dengan model bisnis yang jelas. Namun, perlambatan ekonomi secara signifikan mengubah pandangan orang tentang Bitcoin (BTC), DeFi, Stablecoin, privasi dan hal lainnya. Nilai yang terkunci di projek DeFi terus meningkat tetap pencapaian yang jarang dibahas adalah industri yang telah mencapai 500 juta dolar dalam pendanaan modal ventura.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh CB Insights pada industri DeFi di kuartal ketiga di 2020, 60% dari modal yang digalang oleh startup fintech hanya berasal dari 25 putaran senilai 100 juta dolar atau lebih. Menambah tren peningkatan dana modal ventura, laporan tersebut mencatat bahwa investasi fintech dari putaran 100 juta dolar AS bertumbuh 24% bila dibandingkan dengan kuartal 2, sementara investasi di industri tersebut dengan jumlah yang lebih kecil turun 16% dalam jangka waktu yang sama. Secara keseluruhan, volume investasi di fintech turun 24% bila dibandingkan dengan Q3 20109, dengan total 451 investasi global.  Namun, dolar yang diinvestasikan ke perusahaan fintech naik tipis sekali lagi menjadi 36,5 miliar dolar pada Q3 2020, dimana hasil ini merupakan hasil terbesar sejauh ini pada 2020 dan hasil kuartal tunggal terbaik kedua sejak akhir tahun lalu. Khususnya, jumlah putaran usaha kecil yang diinvestasi dalam tahap ‘seed’ atau diinvestasi oleh angel investor – tumbuh 20% bila dibandingkan dengan Q2 2020.

Ketika semua mata tertuju pada DeFi, ini merupakan saatnya untuk memahami bahwa ini bukan mengenai keuntungan besar yang ditawarkan untuk yield farmer namun lebih mengenai demokratisasi keuangan. Meskipun sektor ini masih dalam tahun-tahun awal, DeFi sudah membongkar inefisiensi dalam sistem saat ini dengan meningkatkan inkulsi keuangan, meningkatkan likuiditas dan mengurangi biaya. Sejak awal Q3 2020, deposit yang dimasukkan oleh penggemar cryptocurrency ke dalam proyek DeFi telah meningkat dari 2 miliar dolar menjadi 10 miliar dolar.

Di luar hal keuangan, terdapat adanya minat yang meningkat pada DeFi dan potensinya untuk meningkatkan sistem dan infrastruktur yang ada saat ini. Para pemain di industri sudah tidak dapat lagi mempromosikan “alat yang baik untuk inklusi” sedangkan tidak kegunaan yang dirasakan. Terlepas dari janji yang luar biasa dari sektor ini, tingkat kerumitan untuk pengguna masih menjadi penghalang utama untuk adopsi massal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *