Volume Ethereum di DEX Pada Bulan Oktober Lebih Buruk Dari Yang Anda Pikirkan

Decentralized exchange mungkin akan lebih cepat ketinggalan zaman dimana hal ini sama cepatnya dengan ketika mereka banyak diadopsi di pasar apalagi di bulan Oktober ini kita melihat adanya penurunan volume pasar yang cukup signifikan.  Apakah DeFi akan mulai kehilangan pamornya?

Baca juga : Apa itu decentralized exchange (Dex) dan bagaimana cara kerjanya ?

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Volume di decentralized exchange menurun lebih dari 26% bila dibandingkan dari bulan sebelumnya dengan jumlah aset yang diproses bernilai sekitar 18.3 miliar berdasarkan data yang disediakan oleh Dune Analytics. Namun tentu saja laporan ini belum merupakan cerita lengkap dari situasi yang ada dan penurunan volume di DEX berbasis Ethereum akan jauh lebih terasa jika bukan karena lonjakan anomali pada 26 Oktober.

Dengan memperhitungkan jumlah volume yang tidak biasa terkait dengan peretasan yang terjadi di Harvest Finance dengan jumlah lebih dari 5 miliar dolar di Uniswap dan Curve, penurunan volume menjadi lebih signifikan yaitu turun 45% pada bulan Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Bulan Oktober sendiri merupakan bulan pertama sejak April dimana volume di decentralized exchange turun secara berurutan dan besarnya penurunan menunjukkan pergeseran besar dalam fokus komunitas crypto. Decentralized Exchange atau yang biasa dikenal dengan DEX memungkinkan user untuk dapat melakukan swap antara token tanpa harus menyerakan kustodi terlebih dahulu atas koin mereka seperti yang terjadi di centralized exchange. Perdagangan terjadi langsung di atas blockchain dengan menggunakan kode yang automatisasikan atau yang dikenal dengan smart contract guna mencocokkan order dari pools of liquidity yang disediakan oleh user protokol lain. Decentralized exchange merupakan salah satu bagian dari kelompok yang lebih besar yang disebut dengan DeFi atau decentralized finance yang bertujuan untuk menggantikan layanan yang bersifat sentralisasi seperti exchange crypto yang bersifat sentralisasi dan bank, dengan produk dan layanan finansial keuangan yang dilakukan di atas blockchain.

Volume di decentralized exchange telah mengalami penurunan sejak Juni, tumbuh dari volume exchange aggregate 1.6 miliar dolar bulan itu menjadi lebih dari 26 miliar dolar pada bulan September ketika volume mencapai puncaknya. Uniswap, DEX yang dipopulerkan dengan tampilan yang sederhana dan trading fee terendah di industri telah mendominasi volume DEX selama run-up dan masih menangkap hampir 58% dari semua volume pada bulan Oktober, lebih dari 11 miliar dolar atau lebih tepatnya 9 miliar dolar jika kita tidak menghitung volume dari Harvest Finance yang tidak seperti biasanya.

Secara keseluruhan, protokol DeFi memiliki bulan yang lebih baik namun masih hanya mencapai titik break even. Menurut data aggregator DeFi, DeFi Pulse, nilai total terkunci di DeFi, mengukur nilai dana pengguna yang dikontribusikan untuk memungkinkan protokol menerbitkan pinjaman atau menyediakan likuiditas untuk DEX, dimana bulan Oktober dimulai dengan 11,17 miliar dan berakhir pada 31 Oktober dengan 11,14 miliar yang terkunci.

Meskipun alasan penurunan volume DEX mungkin berbeda-beda, beberapa pengamat industri berpendapat bahwa volume yang sangat besar di bulan Juni tidak berkelanjutan dan high yield incentive yang mendorong aksi tersebut sudah tidak ada.  Pada awal Oktober, Sam Bankman-Fried, CEO dari exchange crypto FTX mengatakan bahwa volume yang ada di DEX merupakan omong kosong dan akan hilang nantinya.

 

Informasi lainnya tentang decentralized exchange

Ini Sebab Kenapa Decentralized Exchange Tumbuh Cepat Akhir-Akhir Ini

Memahami Decentralized Exchange Indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *