Komite CFTC Menjawab Pertanyaan Sulit Terkait Pengaturan DeFi

DeFi masuk dalam perhatian di pertemuan virtual US Commodity Futures Trading Commission (CFTC) hari ini dengan salah satu peserta memberitahu rekannya bahwa teknologi yang sedang berkembang ini dapat mengubah industri secara keseluruhan. Namun, masih banyak pertanyaan tentang bagaimana meregulasi produk finansial yang baru ini.

Komite Penasihat Teknologi CFTC mendengarkan presentasi yang mencakup seluk beluk DeFi hari ini – kumpulan aplikasi berbasis blockchain yang menawarkan layanan finansial termasuk pinjaman, perdagangan aset, dan bunga untuk deposito pelanggan. Tidak seperti bank, protokol DeFi menggunakan smart contract untuk mengeksekusi order dari user dan mengurangi biaya yang berlebih.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Presentasi dari Virtual Currencies Subcommittee memberikan rangkuman tingkat tinggi dari lanskap DeFi yang ada saat ini dan mengisyaratkan bahwa regulator CFTC mungkin mencari cara paling efektif untuk mengaplikasikan liabilitas tanpa menghambat inovasi di sektor ini.  Namun pertemuan ini juga mendemonstrasikan bahwa belum ada jalur regulasi untuk menghentikan aktivitas DeFi yang ilegal.

Tantangan terbesar adalah untuk menentukan liabilitas.

Gary DeWaal, Special Counsel di Katten Muchin Rosenman LLP dan anggota dari Virtual Currencies Subcommittee mengangkat topik mengenai potensi liabilitas/pertanggungjawaban langsung yang dikaitkan dengan developer protokol DeFi.

Terdapat beberapa masalah dengan pendekatan tersebut. Dalam banyak kasus, pengembangan software dilindungi oleh hak First Amendment untuk kebebasan berbicara di AS. Dan bahkan jika tidak, menagih atau menahan developer asli dari protokol DeFi di blockchain tidak akan menghentikan berjalannya layanan tersebut – salah satu aspek blockchain Etherum yang bersifat ‘censorship resistant’. Hal ini juga sering terjadi pada projek DeFi yang terkadang bersifat open-source dan dikembangkan secara kolektif oleh kontributor yang anonimus, membuat penegakan hukum terhadap developer menjadi sangat menantang dan mahal.

Lalu liabilitas sekunder, yang dihasilkan dengan menolong atau mengontrol seseorang untuk melakukan aktivitas ilegal, juga dilihat sebagai resiko potensial untuk penyedia likuiditas DeFi, end user, holder governance token dan bahkan miner yang memproses transaksi blockchain.  Namun dalam kasus tertentu, hasil akhir berada di jaksa penuntut untuk menunjukkan bahwa orang-orang yang dengan sengaja membantu melakukan kesalahan dimana ambang batas yang harus ditegakkan untuk hal ini bersifat cukup mahal untuk ditegakkan secara efektif.

DeWaal mengatakan bahwa terdapat banyak perusahaan di ekosistem blockchain yang sudah mengeluarkan tenaga dan sumber daya dalam jumlah yang tepat dari awal, memastikan bahwa mereka secara proaktif melakukan apa yang sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Namun yang menantang di sini adalah entitas non-legal yang secara efektif melakukan aktivitas yang tidak benar sehingga sebagian besar pelaku sekunder yang berpotensi bertanggungjawab akan menimbulkan masalah keadilan yang mendasar.

Aaron Wright, anggota subkomite yang merupakan profesor klinis hukum di Cardozo Law School dan Co-founder dari platform kontrak digital OpenLaw, mencatat bahwa terdapat perjanjian safe harbor dimana perjanjian ini melindungi entitas dari liabilitas jika mereka mengikuti aturan yang berlaku dimana cara ini merupakan cara yang relatif mudah untuk mendorong protokol DeFi untuk mematuhi peraturan AS.

Aaron juga mengatakan bahwa safe harbor memiliki potensi untuk menciptakan insentif regulasi untuk membangun dan mendukung kepatuhan. Ini dapat menjadi alasan ketika liabilitas langsung bertentangan dengan software developer atau partisipan DeFi yang lain jika protokol memiliki tujuan yang sah secara hukum dan tidak terdapat adanya penipuan, kecuali untuk mendorong kepatuhan dan membatasi margin trading.

Pada akhirnya, mungkin masih terlalu awal untuk menerapkan regulasi secara efektif pada tools keuangan yang baru tersebut. Surat “no action” yang menguraikan safe harbor untuk protokol DeFi mengambil langkah-langkah tertentu agar kepatuhan dapat menjadi salah satu cara untuk menyediakan kepastian peraturan tanpa membuat keputusan prematur tentang liabilitas primer atau sekunder kepada developera atau penyedia likuiditas.

Surat tersebut diberikan kepada kustodian aset digital di bulan September yang memungkinkan mereka untuk memperdagangkan dana user atas seizin user mereka. Namun tidak ada yang tahu persyaratan apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan perlindungan dari surat tersebut untuk protokol DeFi, yang baru tumbuh selama 6 bulan terakhir. Panduan konkret untuk DeFi mungkin masih bisa beberapa tahun lagi.

DeWall mengatakan bahwa banyak anggota komite bersimpati dengan masalah yang ada karena ini merupakan pengembangan yang penting dan dapat mengubah industri secara keseluruhan. Gagasan untuk memiliki entitas yang tidak berbadan hukum, orang non-hukum dan orang non-aktual yang terlibat dalam aktivitas ini mungkin merupakan masalah yang cukup relatif  siginifikan untuk hal yang dapat mengubah industri secara keseluruhan ini. DeFi memiliki banyak manfaat potensial namun juga memiliki banyak resiko dan mereka tidak ingin menghambat perkembangan DeFi yang dirasa penting ini.

Sub-komite menyimpulkan dengan rekomendasi pendekatan wait-and-see untuk memahami lebih baik lagi resiko dari aktivitas ilegal yang akan terjadi dalam ekosistem DeFi yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *