Perbedaan CeFi (Centralized Finance) dan DeFi (Decentralized Finance)

DeFi bukan hanya alternatif satu-satunya untuk keuangan tradisional: CeFi atau Centralized Finance merupakan cabang lain dari keuangan berbasis blockchain yang mendisrupsi industri keuangan. Sebelum membahas industri DeFi lebih lanjut, perlu diingat untuk membedakan antara DeFi dan CeFi. Baik DeFi dan CeFi keduanya berhubungan dengan pengelolaan aset digital yang merepresentasikan pergerakan yang lebih baik ke arah finansial dan menawarkan potensial keuntungan yang lebih tinggi.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

  • Pengelolaan private key – Dalam hal ini, CeFi memiliki kemiripan yang dengan industri keuangan tradisional sebagai perusahaan sentralisasi yang menanggung kustodian dan akibatnya memiliki resiko untuk menyimpan informasi dan dana dari user mereka. Di sisi lain, DeFi berpegang pada pendekatan non-kustodian.Baca juga : Apakah Decentralized Finance Bisa Legal di Indonesia ?
  • Governance – Di DeFi, perusahaan yang mengelola segala sesuatu bertanggung jawab  atas pemilihan keputusan yang dibuat baik untuk saat ini ataupun masa mendatang. Banyak exchange dengan sistem terpusat seperti Binace, Huobi dan OKex yang memerikan reward kepada usernya karena telah menyimpan aset di rekening tabungan yang menghasilkan bunga. Dalam kasus DeFi, komunitas yang ada dimana komunitas ini terdiri dari pemegang token governance memiliki tanggung jawab untuk mengelola platform.
  • Tingkat suku bunga – CeFi dan DeFi juga memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal penentuan suku bunga. Contohnya adalah dimana governance DeFi merancang platformnya yang memiliki kekuasaan untuk menentukan suku bunga sedangkan platform DeFi bergantung pada data pasar dan data kepemilikan yang disediakan oleh pelaku pasar dan kemudian para pemegang token governance akan melakukan voting apakah penyesuaian suku bunga perlu dilakukan atau tidak.
  • Oracle – Oracle yang tersentralisasi memiliki fungsi sebagai entitas tunggal yang menyediakan dari sumber eksternal ke smart contract  yang beroperasi dengan beberapa fitur keamanan. Di sisi lain, oracle yang terdesentralisasi bergantung pada beberapa sumber eksternal untuk meningkatkan kredibilitas dari data yang disediakan kepada smart contract. Dalam ekosistem DeFi, oracle yang digunakan adalah oracle yang terdesentralisasi karena menggunaka oracle sentralisasi bertentangan dengan etos dari aplikasi atau produk DeFi lainnya.
  • Resiko – Salah satu resiko paling potensial yang dihadapi oleh CeFi adalah adanya peretasan sistem. Jika seseorang melakukan penetrasi pada wallet kustodian maka dana user tidak akan bersifat aman lagi dan mereka perlu bergantung pada platform tersebut untuk memberi kompensasi pada mereka. Di dalam industri DeFi sendiri juga terdapat variasi resiko yang lebih besar dimana user perlu mempertanyakan integritas dari tim yang mengembangkan DeFi, keamanan dari kode bahkan sistem operasi mereka untuk memastikan user tidak akan kehilangan dana mereka.

Baik CeFi dan DeFi memiliki keuntungan dan resiko masing-masing yang berbeda namun kedua hal ini memberikan paradigma baru pada industri keuangan dan tentu memicu inovasi pada industri. Masih belum dapat terlihat apakah DeFi dan CeFi berhasil menyalip posisi keuangan tradisional atau tidak namun melihat perkembangan yang ada maka dapat dipastikan alternative finance merupakan trend yang akan terjadi dalam jangka panjang.

Baca juga : Apa itu Yield Farming / Liquidity Mining di DeFi ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *