Perbandingan Decentralized Finance (DeFi) Dengan Industri Keuangan Tradisional

Decentralized Finance atau yang lebih dikenal dengan DeFi merupakan ekosistem atas protokol, aplikasi, investor dan trader yang menggunakan smart contract untuk melakukan transaksi keuangan dengan cara yang terbuka, permissionless dan transparan. Salah satu cara untuk memahami konsep ini adalah dengan melihat pengalaman Anda ketika menggunakan jasa keuangan tradisional seperti Bursa Saham atau aplikasi e-commerce karena Anda akan menemukan 3 entitas yang bekerja bersama di sini:

  • Penjual yang mengakses bursa untuk mencari pembeli
  • Pembeli yang mengakses bursa untuk mencari penjual
  • Bursa yang menjadi fasilitator atas kebutuhan kedua pihak tersebut

Baca juga : Apa itu DeFi dan Jenis-Jenisnya ?

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Sebagai pembeli atau penjual, ada beberapa alasan mengapa Anda menginginkan exchange untuk mengetahui dan menyimpan informasi mengenai Anda dan pihak lain yang terlibat dalam hal perdagangan yang Anda lakukan. Namun, fundamental dari smart contract adalah Anda tidak membutuhkan exchange untuk mengetahui dan menyimpan data Anda selama Anda dapat melakukan perdagangan dengan ketentuan yang Anda inginkan. Dengan smart contract, Anda dapat melakukan perdagangan tanpa mengetahui dengan siapa Anda melakukan hal tersebut serta tidak ada yang memiliki informasi mengenai Anda. Hubungan ini merupakan hubungan yang bersifat trustless karena bergantung pada kode smart contract dan akan terjadi sesuai dengan yang ada di kode. Lalu apa perbedaan DeFi dengan keuangan tradisional?

Di DeFi, smart contract berperan sebagai fasilitator hubungan antar pihak dengan cara yang sama yang terjadi di bank, layanan pembayaran, exchange keuangan dan pihak ketiga lainnya yang ada di industri keuangan tradisional. Contohnya, protokol DeFi Compound Finance menggunakan smart contract untuk kegiatan pinjam meminjam, serta menerima aset digital dari satu entitas dan meminjamkannya ke pihak lain sementara pembayaran bunga mendorong proses ini untuk terjadi. Terdapat banyak sekali contoh dari smart contract yang meniru industri keuangan tradisional. Anda hanya perlu memikirkan ukuran, kekuatan dan pengaruh dari industri keuangan tradisional untuk melihat mengapa ada optimisme tentang potensi DeFi.

Berikut adalah perbandingan dari industri keuangan tradisional dan DeFi.

Tipe uang:

  • Tradisional 1.0: Fiat seperti dolar, euro, yen
  • Decentralized 3.0: Cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), stablecoin dan token

Penerbitan uang:

  • Tradisional 1.0: Dikendalikan oleh negara. Bank sentral memutuskan seberapa banyak uang baru yang akan dicetak berdasarkan keputusan dari bankir senior
  • Decentralized 3.0: Dapat diaudit di dalam kode. Jumlah token atau koin yang diterbitkan spesifik untuk setiap kode yang ada dan dapat dipahami untuk siapapun yang mengaksesnya

Pengiriman uang:

  • Tradisional 1.0: Jaringan pembayaran yang bersifat tertutup. Jaringan pembayaran seperti SWIFT dikendalikan oleh bank komersial dan digunakan untuk mengirimkan uang antara pihak yang sudah saling menyetujui
  • Decentralized 3.0: Jaringan pembayaran yang bersifat terbuka. Crypto dikirimkan secara cepat dan murah kepada siapapun yang Anda tuju tanpa adanya persyaratan dari pihak ketiga

Kegiatan pinjam meminjam:

  • Tradisional 1.0: Dikendalikan oleh bank. Hanya terbatas pada pelanggan bank komersial yang besar seperti HSBC dimana memiih pelanggan yang dianggap credit worthy
  • Decentralized 3.0: Diaktifkan oleh smart contract. Setiap individu dapat melakukan kegiatan pinjam meminjam di DeFi dengan menggunakan crypto mereka tanpa perlu ada bank yang menyetujui

Exchange:

  • Tradisional 1.0: Membutuhkan pihak ketiga. Untuk memperdagangkan saham, Anda perlu menggunakan jasa broker atau exchange seperti Nasdaq
  • Decentralized 3.0: Bersifat otomatis dan P2P. Decentralized exchange memungkinkan pembeli untuk berinteraksi secara langsung dengan penjual dan memegang kendali atas dana mereka.

Banyak bank besar dunia yang menganggap Bitcoin sebagai penipuan pada 2017 dan secara aktif merekomendasikan pelanggan mereka untuk tidak membeli cryptocurrency. Sekarang para institusi ini berbondong-bondong untuk mengambil kustodi atas aset digital klien mereka jadi aset tersebut dapat disimpan, ditransaksikan dan diperdagangkan. Salah satu contohnya adalah Jamie Dimon, CEO dari JP Morgan yang mengatakan Bitcoin adalah penipuan pada tahun 2017 namun bank tersebut akhirnya meluncurkan instrumen utang dari bitcoin proxy stocks pada 2021. Dari setiap ukuran yang ada, peningkatkan DeFi sedang meningkat seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah mengenai TVL (Total Value Locked, yang menunjukkan jumlah total dolar dari semua koin dan token

Meskipun penggunaan DeFi terus meningkat, jumlah user DeFi di seluruh dunia per Maret 2021 hanya 1.5 juta user. Maka dapat dikatakan DeFi masih memiliki prospek yang sangat cerah kedepannya untuk mendapatkan user lebih banyak lagi.

Informasi Lainnya Tentang DeFI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *