Morgan Stanley: CBDC Tidak Akan Mengancam Crypto

Meskipun bank sentral terus menentang adanya teknologi yang desentralisasi, sangat sulit bagi CBDC untuk mengancam mata uang crypto.  Setidaknya, ini adalah kesimpulan yang diambil oleh Morgan Stanley. Analis di Morgan Stanley percaya bahwa meskipun CBDC kelihatannya akan mengancam cryptocurrency ketika mereka mulai masuk ke industri, CBDC bukan merupakan ancaman untuk teknologi desentralisasi. Aset digital yang terdesentralisasi memiliki use case tertentu yang membuat mereka lebih familiar bagi investor dan penggemar crypto.

Produk yang berbeda satu sama lain tidak dapat saling berkompetisi

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Berdasarkan dari pernyataan Chetan Ahya yang merupakan Chief Economist dari Morgan Stanley, para ahli bank percaya bahwa desentralisasi telah meresap ke dalam pola pikir banyak investor dan CBDC tidak dapat benar-benar berkompetisi melawan crypto dalam banyak aspek karena sifatnya yang desentralisasi dan fleksibel.

“Cryptocurrency akan tetap eksis karena mereka akan tetap bermanfaat bagi pihak lain dalam use case tertentu. Misalnya, beberapa cryptocurrency dapat berfungsi sebagai store of value karena beberapa segmen masyarakat tidak sepenuhnya percaya pada mata uang fiat.”

Bank sendiri memiliki beberapa pandangan terkait crypto. Di satu sisi, bank seperti HSBC menerapkan kebijakan anti cryptocurrency (HSBC mulai mensensor transaksi tertentu yang terkait dengan pembelian dan penjualan token digital). Di sisi lain, bank seperti BNY Mellon mengumumkan layanan untuk trader dan hodler cryptocurrency dimana mereka beradaptasi dengan industri yang baru ini. Morgan Stanley percaya bahwa pada akhirnya inovator lah yang akan menang. Laporan berikut menjelaskan bahwa saat ini kondisi makro ekonomi telah menuntun ke ketertarikan yang masif pada cryptocurrency:

“Ketertarikan investor pada cryptocurrency telah meningkat seiring dengan kebijakan fiskal dan moneter yang tidak pasti dikarenakan pandemi.”

Apakah CBDC merupakan evolusi dari uang atau merupakan uang itu sendiri?

Tidak seperti bank pada biasanya, bank sentral melihat suatu hal melalui perspektif yang berbeda. Meskipun secara praktis tidak mungkin untuk melihat cryptocurrency menggantikan fiat di hampir semua negara global, pemerintah tertarik untuk menggunakan teknologi yang mendasari cryptocurrency untuk keuntungan mereka.

CBDC sendiri merupakan versi digital dan centralized dari mata uang fiat. Misalnya, beberapa negara menggunakan teknologi blockchain seperti Prancis untuk mempelajari cara menerbitkan mata uang di blockchain Tezos.  Secara bersamaan, bank sentral lain tidak mengadopsi teknologi blockchain sama sekali seperti China dan DCEP nya.

CBDC sendiri berjanji untuk memfasilitasi transaksi, menjadikan transaksi lebih cepat, murah dan aman. Penggunaan dari teknologi blockchain memiliki potensi untuk sepenuhnya menghilangkan kemungkinan pemalsuan mata uang dan membuat beberapa proses error-checking menjadi lebih cepat jika terjadi masalah pembayaran.

Namun pendekatan ini tentu memiliki beberapa kelemahan: Beberapa ahli berpendapat bahwa CBDC memberi kekuatan yang terlalu banyak pada bank sentral yang sudah memiliki pemantauan secara real-time dari aliran uang penggunanya, dapat mengontrol dan menyensor transaksi apapun dengan secara sepenuhnya mengontrol transmisi nilai. Dan kelemahan ini merupakan alasan mengapa Morgan Stanley percaya bahwa CBDC tidak akan membunuh cryptocurrency.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *