Mengenal On Chain Asset Management dalam DeFi

 

Seperti pengelolaan dana investasi tradisional pada umumnya, dana on-chain biasanya digunakan untuk diversifikasi portofolio. Pada umumnya, user dapat berinvestasi di aset crypto serta mengimplementasikan beberapa strategi tanpa harus mengelola token secara individual. Namun on-chain fund memiliki tipe pengelolaan yang berbeda dengan traditional fund dimana varian on-chain tidak memerlukan kustodian karena aset crypto akan dikunci di dalam smart contract sehingga para investor tidak kehilangan kontrol atas dana mereka karena dana tersebut dapat ditarik ataupun dilikuidasi serta dapat mengamati saldo token di smart kontrak pada periode waktu kapanpun. 

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

 

Smart contract biasanya dibuat sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengikuti beberapa tipe strategi sederhana seperti penyeimbangan bobot portofolio secara semi-otomatis dan tren trading yang menggunakan pendekatan semi average. Salah satu alternatif lainnya adalah dapat dipilih satu atau lebih fund manager untuk mengelola dana tersebut secara aktif. Pada kasus ini, smart contract perlu memastikan bahwa fund manager tersebut mematuhi strategi yang telah ditentukan dan bertindak demi kepentingan terbaik para investor. Secara khusus, segala tindakan fund manager juga dibatasi dengan aturan pengelolaan dana dan profil resiko yang sudah ditetapkan di dalam smart contract. Dengan demikian, smart contract dapat mengurangi berbagai bentuk masalah fund manager dan dapat memasukkan persyaratan peraturan yang akan menjadi pedoman dengan memberlakukannya secara on-chain. 

Ketika investor melakukan investasi pada on-chain fund, smart contract yang bersangkutan akan mengeluarkan fund token dan mengirimkannya ke akun investor. Token tersebut merepresentasikan sebagian kepemilikan dana dan memungkinkan pemegang token untuk redeem atau melikuidasi bagian aset mereka. Contohnya jika seorang investor memiliki 1% dari fund token maka investor ini berhak atas 1% dari aset crypto yang dikunci. Ketika investor memutuskan untuk menjual total investasi tersebut maka fund token akan di burn, underlying asset akan dijual di decentralized exchange serta investor akan mendapatkan kompensasi berupa ETH yang setara dengan hak yang dimiliki atas dana tersebut. 

Tiga contoh yang mengimplementasikan protokol pengelolaan dana secara on-chain adalah SetProtocol, Melon, dan BeToken. Ketiga implementasi ini terbatas pada token ERC-20 dan platform Ether. Selain itu mereka juga sangat bergantung pada ramalan harga di pasar serta protokol dari pihak ketiga terutama protokol yang menyangkut mengenai pinjaman, trading serta protokol mengenai dimasukkannya aset referensi dengan volatilitas rendah seperti DAI atau stablecoin USDC. Hal ini tentu mengakibatkan ketergantungan yang sangat besar terhadap beberapa faktor tersebut. 

Dalam prosesnya, Melon dan SetProtocol memperbolehkan siapapun untuk membuat pengelolaan dana investasi yang baru. Melon sendiri lebih berfokus pada active management dimana mereka menawarkan penawaran untuk memastikan bahwa pada fund manager tetap mengikuti strategi pengelolaan yang sudah ditetapkan.  Biasanya smart contract mengatur elemen elemen di dalam parameter trading seperti konsentrasi maksimum, batas toleransi harga, jumlah maksimum user dan posisi daftar aset yang diperbolehkan & aset yang masuk ke dalam daftar black list. Hal yang sama juga berlaku pada jadwal pembayaran pengelolaan. Lalu untuk SetProtocol sendiri difokuskan untuk strategi dengan sifat semi-otomatis dimana strategi ini biasanya mengatur penyeimbangan ulang portofolio yang dipicu oleh nilai ambang batas dan waktu yang ditentukan. 

Berbeda dengan Melon dan SetProtocol, BeToken beroperasi sebagai pengelola dana tunggal yang dikelola oleh community of asset manager melalui sistem meritokratis. Semakin sukses seorang fund manager maka semakin tinggi pengaruh mereka dalam menentukan alokasi dari dana yang tersedia. 

Liquidity pool yang terdapat di Uniswap juga memiliki beberapa karakteristik dari pengelolaan dana investasi secara on-chain. Model produk yang konstan menciptakan insentif untuk penyeimbangan bobot portofolio secara semi-otomatis sementara trading fee menghasilkan pendapatan pasif bagi investor.

 

Informasi lain tentang DeFi

Perbedaan DeFi dan Bank

Definisi DeFi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *