Konsekuensi Sosial dari Decentralized Finance

Di tahun 2021 ini masih sedikit hal yang diketahui mengenai potensi implikasi sosial ekonomi dari decentralized finance atau DeFi. Di artikel dari global policy journal ini, Marion laboure dan Juergen Braunstein mendemonstrasikan bagaimana sektor keuangan sudah berpindah dari perantara keuangan yang memfasilitasi arus sumber daya dan menuju sistem operasi yang tidak membutuhkan middleman yang bersifat desentralisasi di mana memungkinkan terjadinya transfer sumber daya langsung dari penabung ke orang yang membutuhkan kredit. Proses ini sering kali disebut dengan DeFi menawarkan peluang untuk mendemokratisasi keuangan dan mengurangi gap kekayaan yang tidak seimbang. Ekosistem keuangan ini berfungsi tanpa adanya otoritas terpusat, sebaliknya ekosistem ini memungkinkan partisipan untuk bertransaksi dengan menggunakan program smart contract.

Decentralized finance (DeFi) yang beroperasi tanpa adanya exchange pusat merancang ulang sistem keuangan tradisional tanpa bergantung pada perantara. Hal ini tentu memperkenalkan dampak demokratisasi yang cukup kuat di sektor keuangan. DeFi merupakan peluang investasi untuk populasi besar yang sebelumnya tidak masuk ke dalam kegiatan investasi di sektor keuangan. Semakin banyak orang yang mendapatkan akses ke industri ini maka akan ada kebutuhan yang meningkat terkait literasi keuangan, regulasi dan cybersecurity.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Pada sistem sentralisasi yang ada saat ini, permintaan dan penawaran untuk keuangan sudah ditengahi oleh perantara atau middleman yang merupakan institusi yang memiliki kekuatan untuk menciptakan produk keuangan dan memastikan bahwa uang yang ada mengalir dari orang yang menabung hingga ke orang yang membutuhkan dana. DeFi atau Decentralized Finance mengubah fungsi asli dari perantara dan menekan mereka untuk mengambil peran yang baru.

Secara historis,  perantara telah menjembatani transaksi industri keuangan antara penabung dan peminjam dana, mereka juga mengenakan biaya untuk transaksi yang dilakukan. Di industri keuangan yang sudah dikembangkan dengan baik, biaya ini dapat menjadi lebih rendah daripada biaya yang dikenakan di industri sebelumnya karena transaksi biasanya bersifat lebih efisien. Hasilnya adalah meningkatnya ketimpangan antara pasar negara maju dan negara berkembang. Sebagai tambahan, perantara biasanya menjadi pihak langsung yang mendapatkan keuntungan dari aliran modal. Dengan meningkatnya level dari likuiditas dan uang di industri keuangan juga bertambah maka jumlah dari perantara keuangan juga meningkat. Tren ini akhirnya menghasilkan sistem yang lebih menguntungkan perantara daripada pihak lainnya.

Selama abad 20 dan 21, investasi modal telah memainkan peranan penting dalam menambahkan kekayaan golongan terkaya sehingga meningkatkan ketidaksetaraan. Golongan kaya memiliki akses yang lebih mudah ke produk investasi dengan keuntungan finansial yang lebih tinggi (misalnya pelindung nilai atau store of value) daripada produk utama yang dapat diakses oleh sebagian besar investor (misalnya deposito bank dan obligasi pemerintah).  Baru-baru ini, pandemi Covid-19 telah memperburuk ketimpangan ini. Sebagian besar pekerja white-collar dan berpenghasilan besar dapat bekerja dari rumah sedangkan pekerja blue-collar tidak memiliki pilihan tersebut. Sebagian besar pekerja bergaji rendah yang bekerja di layanan penting seperti kepolisian, pengajaran, kebersihan, ritel dan perhotelan terkena dampak negatif dari pandemi. Dan kesenjangan antar negara kaya yang dapat memberikan jaring pengaman bagi pekerjanya dan negara dengan ekonomi buruk yang tidak memiliki kapasitas untuk  membantu warga telah melebar secara otomatis. Dampak ekonomi pandemi terhadap orang miskin terutama di negara berkembang dan bahkan di negara maju dimana layanan kesehatan tidak terjamin, telah berpengaruh secara tidak proporsional.

DeFi disebut-sebut akan membalikkan ketidaksetaraan ini. Ini akan menyebabkan lebih banyak aliran langsung dari penabung dan peminjam dana dengan menghilangkan perantara. Dengan mengaktifkan transaksi keuangan yang bersifat peer-to-peer, menggunakan blockchain cryptocurrency seperti Ethereum, DeFi melewati layanan keuangan tradisional yang mahal. Selain itu, layanan keuangan terdesentralisasi seperti pinjam-meminjam via decentralized exchange dapat menjadi lebih terjangkau untuk partisipan. Di tahun-tahun mendatang, populasi yang lebih besar dapat mendapatkan manfaat keuangan yang sama yang didapatkan oleh golongan kaya. DeFi dapat membuka pintu baru untuk realitas keuangan yang lebih inklusif untuk populasi yang besar. DeFi juga membuat transaksi keuangan lebih transparan. Dengan menghilangkan perantara, banyak transaksi akan dilakukan di jaringan yang bersifat desentralisasi dan open-source. Ethereum merupakan platform yang paling banyak digunakan saat ini namun platform lain dengan kapabilitas pembuatan smart contract juga dapat digunakan.

Saat ini, jumlah transaksi DeFi mencapai sekitar 8 miliar dolar dalam aset, sebagian kecil dari kapitalisasi pasar NYSE atau NASDAQ masing-masing sebesar 25 dan 11 triliun dolar. Namun para ahli memprediksi industri DeFi akan sangat besar. Pertumbuhan ini akan memperluas pasar untuk pemain DeFi yang lebih besar dan berpotensi mengarah ke siklus baik yang dimana siklus ini akan memberikan disrupsi yang telah dijanjikan kepada para pendukung DeFi. Bank dan institusi keuangan yang beralih ke sistem DeFi akan mendapatkan manfaat dari decentralized finance karena semakin banyak orang yang berpartisipasi.

Singkatnya, DeFi mungkin memiliki potensi untuk mengurangi ketidaksetaraan ekonomi dengan memberikan lebih banyak orang akses ke investasi keuangan terbaik. DeFi juga meruntuhkan batas sosial di keuangan dengan menyamakan struktur peluang dan akses ke investasi. Hampir setiap orang yang memiliki smartphone dapat berinvestasi. Namun keberadaan private cryptocurrency yang dikelola swasta juga secara signifikan meningkatkan resiko kejahatan keuangan (misalnya pencucian uang, penyuapan dan penggelapan pajak).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *