Kenapa Decentralized Finance (DeFi) Berpotensi Mengalahkan Bank Tradisional

 

Untuk Anda yang memperhatikan berita dunia blockchain, sudah jelas bahwa DeFi adalah cerita sukses terbesar di dunia crypto sejak tahun 2019. Decentralized Finance (DeFi) menjadi sektor paling aktif di dunia blockchain dan mengalami pertumbuhan sangat tinggi di banyak metriks, sepeti total valued locked, pertumbuhan user dan volume.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Dari berbagai jenis DeFi seperti stablecoin, decentralized exchanges, lending and borrowing platforms, payments networks, synthetic assets, dan asset management— ekosistem DeFi tumbuh pesat.

Baca juga : Apa itu DeFi dan jenis-jenisnya

Sukses dari DeFi tidak muncul dalam semalam, basisnya ditaruh oleh Satoshi Nakamoto sejak 11 tahun lalu, namun sulit untuk membangun protocol finansial di atasnya, namun sejak kemunculan Ethereum yang merupakan public permissionless blockchain yang bersifat Turing-complete,  fungsionalitas smart contractnya memungkinkan untuk membangun aplikasi finansial yang kompleks di atasnya. Bahkan finansial derivatives dan stablecoin telah dimention di whitepaper Ethereum sejak 2014.

Dunia Keuangan Adalah Product/Market Fit Terbaik Untuk Public Permissionless Blockchain

Sejak saat itu sudah banyak percobaan untuk membangun use case permissionless blockchain tetapi tidak banyak yang berhasil, kecuali membangun Decentralized Finance (DeFi).

Lebih dari 100 project yang dibangun di setiap kategori seperti media, entertainment, bahkan tourism telah di listing di ICObench. Boom ICO membuat banyak percobaan ini mendapatkan pendanaan. Walaupun pada akhirnya sangat sulit mendapatkan traction.

Dari banyak project yang dibangun di atas permissionless blockchains, bukan kebetulan bahwa project DeFi adalah yang paling berhasil karena public blockchain bersifat terdistribusi yang dioptimasi untuk desentralisasi dan keterbukaan, namun juga mengorbankan performance. Public blockchain seperti Ethereum sangat lambat dan mahal dalam menjalankan computing dan penyimpanan data dibandingkan infrastruktur cloud seperti AWS.

 

“As software ate the world over the last decade, DeFi will eat traditional finance during the next one” (Arthur Cheong)

Kenapa DeFi akan “memakan” traditional finance ?

Struktur dunia keuangan global relatif sama sejak dimulainya era industrial, memiliki ketergantungan sangat tinggi pada financial intermediaries. Walaupun telah terjadi perkembangan luar biasa di dunia teknologi, sebagian besar infrastruktur finansial dari jaman dulu tetap ada dan membebani proses finansial, juga masih terbatas secara geografis.

Telah banyak produk fintech yang muncul dalam 10 tahun terakhir untuk fill the gap, di mana produk fintech ini perlu di plug ke financial system untuk bisa berfungsi, misalnya provider ewallet paling besar di dunia perlu di link-kan ke existing bank account untuk bisa melakukan withdrawal dan top up.

Hari ini, hal itu semua terkena revolusi dari kedatangan Decentralized Finance (DeFi) yang dibangun dengan smart contract di atas public permissionless blockchain.

Keuntungan dari DeFi akan sangat menonjol baik untuk masyarakat di negara maju dan negara berkembang. Di negara maju DeFi akan memberikan pilihan yang lebih banyak untuk konsumen di sektor finansial, menurunkan biaya tinggi yang sering terjadi di sektor finansial tradisional, memberikan likuiditas lebih besar dan inovasi produk baru ke pasar finansial, sedangkan di negara berkembang, DeFi akan memberikan store of value yang aman dengan semakin diadopsinya stablecoin dan memberikan financial services kepada jutaan orang yang tidak memiliki akses ke sistem finansial saat ini.

3 Macam Arsitektur Trust

Kumpulan dari keputusan desain yang membentuk suatu sistem biasa disebut dengan arsitektur. “Arsitektur” memiliki kekuatan besar karena mendefisinikan batas-batas dari interaksi antar manusia.

Architecture is power because it defines the limits of human interactions.

Seperti halnya arsitektur fisik dari sebuah kompleks perumahan akan menentukan karakter dari sebuah komunitas, arsitektur digital dari jaringan komunikasi dan sistem informasi akan membentuk munculnya kesempatan-kesempatan dalam berinovasi. Terkait dengan teknologi, arsitektur mendeskripsikan bagaimana tiap komponen dalam suatu sistem berinteraksi dengan lainnya.

Trust juga memiliki arsitektur, ada beberapa pemikiran tentang arsitektur trust dan beberapa cara bagaimana arsitektur terbentuk. Arsitektur ini juga mendeskripsikan struktur institusi dalam memanifestasi tust.

Terdapat 3 arsitektur trust yang dibangun selama ini :  peer-to-peer (P2P), Leviathan, dan intermediary.

Arsitektur pertama, P2P berdasarkan relasi dan norma-norma etika yang disepakati. Kadang disebut local trust, atau interpersonal trust antar keluarga dan orang-orang dekat, komunitas, tanpa adanya aturan legal formal. Berikutnya, Leviathan, trust diprovide oleh negara dengan kekuatan militernya, lalu ada intermediary yang diprovide oleh 1 centralize institusi.

defi blockchain dan trust

Pada akhirnya, DeFi akan menggantikan “trust layer” dari finansial middlemen seperti bank, perusahaan manajemen aset, asuransi dengan sejumlah kode.

Menurut Arun Sundarajaran, seorang digital economy expert dari New York University

“If you look back at history, every time there was a big expansion in the world’s economic activity, it was generally induced by the creation of a new form of trust.”  (sumber)

Dengan melihat biaya dan waktu yang dikeluarkan oleh financial middleman, maka potensi DeFi sangatlah besar – akses lebih besar ke produk finansial, programmable money, transfer resiko secara real time, smart contract yang bisa diaudit. Hal ini merepresentasikan fase baru dari perkembangan jasa kontrak keuangan dengan karakter utama transparansi dan terbuka yang akan membawa financial inclusion lebih maju.

Dibandingkan dengan semua use case public blockchain, trade off yang ada dari penggunaan permissionless blockchain di dunia keuangan bisa dibilang sangat layak, karena kebanyakan jasa keuangan selalu bersaing di layer trust, daripada layer cost.

Dengan mentransfer trust layer dari financial intermediaries ke software dan kode-kode di dalam blockchain, DeFi bisa memberikan akses universal kepada financial services. Hal ini merepresentasikan perubahan paradigma bahwa user experience yang bersifat trust-minimized adalah hal yang memungkinkan. Di era di mana kontrol dari data user dan data aktivitas user menjadi liability , DeFi bisa memberikan produk dan service yang punya skalabilitas lebih besar daripada traditional finance.

Contohnya adalah pertumbuhan stablecoin yang memecahkan masalah dari adopsi cryptocurrency untuk digunakan sebagai sarana pertukaran karena volatilitas harganya. Total market cap dari stablecoin telah tumbuh 5x lipat selama 2 tahun terakhir mendekati $10billion total supply.

supply stablecoin defi

Stablecoin juga mengisi gap demang dari USD yang tidak bisa dipuaskan oleh kanal tradisional. Stablecoin terbesar dari sisi supply, USDT sangat populer diluar US. Supply stablecoin juga akan terus bertambah ke depannya karena zero interest rate yang menurunkan opportunity cost dari memegang stablecoin.

Karakter DeFi yang bersifat interoperability (bisa mudah dipasangkan) dan composability (bisa dibongkar pasang seperti money lego) bisa mempercepat growthnya karena banyak aplikasi financial bisa dibangun di atas yang lainnya sehingga tercipta produk dan service baru yang superior dibandingkan jasa keuangan tradisional yang bersifat centralized dan silo (terpisah-pisah, tidak ada integrasi). Misalnya stablecoin menjadi aset paling banyak di lock di berbagai protokol DeFi baik lending atau borrowing seperti Aave atau Uniswap atau Curve. Hal ini memungkinkan user mendapatkan yield / interest dari stablecoinnya yang mana sangat sulit didapat di era post Covid 19.

Dalam kurang dari 3 tahun, total value lock (TVL) di DeFi telah tumbuh sampai di atas 800Juta USD, mencapai $1,2 billion di puncaknya dan bisa tumbuh lebih tinggi apabila lebih banyak orang yang terekspos di DeFi dan secara bertahap mengadopsinya.

Faktor di atas mengkuatkan fakta bahwa DeFi adalah product/market  fit utama dari public permissionless blockchain yang akan bertambah besar dalam tahun-tahun ke depan.

3 thoughts on “Kenapa Decentralized Finance (DeFi) Berpotensi Mengalahkan Bank Tradisional”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *