Ini Sebab Kenapa Decentralized Exchange Tumbuh Cepat Akhir-Akhir Ini

 

Volume trading di Decentralized Exchange per bulan Mei 2020 hanya 1billion USD, tetapi di Juli 2020 mencapai USD 4,5 billion.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

decentralized exchange trading volume

Ini adalah pertumbuhan yang luar biasa, banyak orang crypto yang percaya bahwa DEX akan terus tumbuh di masa depan, namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Decentralized Exchange dalam waktu dekat sulit mengalahkan Centralized Exchange dalam waktu dekat.

 

volume dex perbulan
Trading Volume Dex jika dibandingkan tahun sebelumnya

Dari karakter Dex kebanyakan yang tidak compatible dengan crypto non Ethereum, sampai adanya scam, sulit untuk digunakan user, faktor-faktor ini membuat mayoritas trader masih loyal dengan centralized exchange.

Digerakkan oleh DeFi (Decentralized Finance), difasilitasi oleh Stablecoin

Penggerak utama dari pertumbuhan Dex adalah DeFi atau Decentralized Finance.

Hipotesis ini didukung oleh fakta bahwa DeFi dan DEX baru-baru ini mengalami pertumbuhan tinggi bersama-sama.

Karena pertumbuhan DeFi di Ethereum, sebagian besar token yang harganya naik dengan cepat adalah token yang berjalan di Ethereum seperti LEND, REN. Decentralized Exchange adalah komponen utama dari industri DeFi, tentu saja token DeFi yang diterbitkan di atas Ethereum juga ditradingkan di Decentralized Exchange.

Kunci pertumbuhan Decentralized Exchange berikutnya adalah pertumbuhan Stablecoin yang baru-baru ini mencapai nilai USD 10 billion di jaringan Ethereum.

Decentralized Exchange menawarkan harga cryptocurrency yang di pair dengan stable coin (mis. ETH/USDT) yang tentu saja stabil harganya dibandingkan pair crypto yang tidak stabil. Token DeFI dan pair crypto yang berada dalam blockchain yang sama memungkinkan expansi cepat dari volume trading di Dex.

Namun jika melihat ke jangka waktu lebih panjang, pertumbuhan Dex akan didorong oleh value proposition dari Dex yaitu kemampuan menyimpan sendiri (self custody) dari coin Anda sambil men-tradingkannya.

Exchange crypto terbesar manapun di dunia bisa “tutup” kapan saja dan mengambil uang Anda -Menurut Glen Goodman

Decentralized Exchange memecahkan masalah ini dengan memungkinkan Anda secara langsung melakukan trading dari crypto wallet Anda. Ini adalah killer advantage dari Dex untuk jangka panjang.

Kemajuan Besar yang Relatif, tetapi size yang secara absolut masih kecil

Decentralized exchange masih akan tumbuh dalam jangka panjang, tetapi masih butuh waktu lama untuk bisa mengalahkan centralized exchange dalam volume trading.

Trading dari cryptocurrency populer lainnya seperti bitcoin, EOS, litecoin atau asset lain yang tidak berjalan di atas Ethereum juga tidak memungkinkan di Dex – atau hanya memungkinkan lewat pegged asset 1:1 seperti wrapped bitcoin atau renBTC.

Menurut Binance research, untuk saat ini volume Dex masih terikat dengan popularitas aset yang tersedia untuk ditradingkan. Prediksi ini didukung oleh market size dari sektor Dex, di mana setelah growth di bulan Juli masih saja sangat kecil dibandingkan Cex.

Menurut Dune Analytics, volume 24 jam dari Dex hampir mencapai USD 449m. Bandingkan dengan data dari Coinmarketcap dan CoinGecko yang menyebutkan total volume 24 jam crypto market antara USD 83bn and USD 102bn.

dune analytics data exchange

Hal ini berarti volume Dex antara 0,5% dari total pasar crypto, mengasumsikan data di atas akurat.

Sedangkan menurut riset theblockcrypto, volume trading decentralized exchange adalah 4% dari volume di centralized exchange per akhir Juli 2020.

Ada beberapa alasan kenapa decentralized exchange jauh dibelakang centralized exchange.

Dex masih di tahap awal pengembangannya dan banyak dari User Interfacenya tidak mudah digunakan. Seharusnya pemakaian Dex bisa semudah Cex.

Customer support juga tidak ada, tetapi ya beginilah yang namanya peer to peer trading.

Liquidity juga kurang bagus di Dex, ini seperti ayam dan telor karena trader biasanya menghindari exchange dengan likuiditas redah dan hal ini membuat situasinya semakin memburuk.

Binance research juga mengatakan adanya risiko smart contract dan risiko protocol sebagai suatu faktor yang menekan decentralized exchange. Baru-baru ini ada scammer yang membuat contract untuk token mirip dengan nama token yang sudah populer, misalnya token palsu USDT ERC-20

Itu adalah beberapa faktor yang mengindikasikan bahwa dex belum akan mengambil alih cex. Memang ada beberapa advantage, tetapi masih akan menunggu proses trading di dex lebih sederhana dan lebih aman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *