Definisi DeFi (Decentralized Finance) dan Gambaran Besarnya

Decentralized Finance (DeFi) merupakan suatu pergerakan di blockchain yang cukup menarik perhatian beberapa waktu belakangan ini. Definisi DeFi ini sendiri merujuk ke infrastruktur finansial terbuka yang di bangun di atas platform publik blockchain.

Bila dibandingkan dengan sektor keuangan tradisional maka dapat dilihat bahwa DeFi tidak bergantung pada pihak ketiga ataupun institusi terpusat manapun dan didasarkan pada protokol yang terbuka dan Decentralized Application (Dapps). Perjanjian yang terdapat di DeFi dikukuhkan di dalam smart contract, transaksi yang terjadi di DeFi dilakukan dengan cara yang aman dan deterministik serta perubahan peraturan governance yang sah negara juga akan tercatat di public blockchain.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Baca juga : Jenis-Jenis Decentralized Finance

Jadi arsitektur dari blockchain ini sendiri mampu menciptakan sistem finansial yang immutable (tidak bisa dihapus, tidak bisa diedit) dan memiliki tingkat interoperabilitas yang tinggi dengan transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya, setiap orang memiliki hak akses yang sama, dimanapun lokasi dan apapun status keuangannya, dan hanya sedikit proses yang memerlukan jasa kustodian, pusat kliring ataupun layanan escrow karena sebagian peran ini dapat dijalankan oleh smart contract. 

DeFi sendiri dapat diaplikasikan ke dalam berbagai lingkup ruang. Salah satu contoh adalah membeli stable coin USDpegged di decentralized exchange lalu memindahkan token ini ke platform pinjaman yang sama-sama bersifat desentralisasi untuk mendapatkan bunga kemudian dapat ditambahkan instrumen yang mampu menambah bunga ke dalam kumpulan likuiditas yang terdesentralisasi tersebut, likuiditas ini dapat disebut dengan dana investasi on-chain. 

Tulang belakang dari semua protokol dan aplikasi DeFi berada pada smart contract, suatu istilah yang merujuk pada aplikasi kecil di blockchain dan dieksekusi oleh jaringan besar yang terhubung ke banyak komputer. Smart contract sendiri bersifat tidak efisien bila dibandingkan dengan sistem komputer tradisional yang terpusat (centralized). Namun keunggulan smart contract terdapat pada tingkat keamanan yang tinggi sampai pada tahap di mana smart contract memberikan garansi untuk melakukan eksekusi deterministik dan memungkinkan siapapun untuk memverifikasi perubahan status yang dihasilkan. Ketika diimplementasikan dengan cara yang aman, maka smart contract memiliki tingkat transparansi yang tinggi dan meminimalisir resiko manipulasi dan intervensi yang sewenang-wenang. 

Untuk memahami smart contract secara utuh maka kita perlu melihat pada aplikasi web berbasis server biasa. Ketika seseorang menggunakan aplikasi tersebut maka mereka tidak dapat melihat lebih lanjut logika internal yang terdapat di balik aplikasi tersebut. Bahkan user ini tidak dapat mengendalikan eksekusi yang terjadi pada aplikasi tersebut di mana menyebabkan salah satu (atau keduanya) dapat dimanipulasi. Karena hal ini maka user perlu untuk mempercayai (trusted) penyedia layanan aplikasi. 

Berbeda dengan aplikasi blockchain DeFi yang bersifat trustless (tidak perlu kepercayaan), smart contract mengurangi masalah ini dan memastikan bahwa aplikasi akan berjalan seperti yang diharapkan.

Contract code dari aplikasi ini juga tersimpan di teknologi blockchain yang digunakan dan code ini dapat diteliti secara publik. Sifat dari kontrak ini sendiri deterministik dan memiliki function calls (dalam konteks transaksi) yang diproses oleh ratusan jaringan peserta secara paralel dimana mereka juga memastikan legitimasi eksekusi. Ketika eksekusi mengarah pada perubahan yang krusial seperti perubahan saldo maka perubahan ini akan tunduk pada aturan konsensus jaringan blockchain dan akan tercermin dalam dan dilindungi oleh state tree dari blockchain. 

Smart contract juga memiliki akses ke set instruksi lengkap turing dan oleh karenanya cukup fleksibel. Ditambah lagi smart contract memungkinkan adanya penyimpanan aset cryptocurrency dan dengan demikian mengambil peranan dari para penjaga dengan kriteria yang dapat disesuaikan mengenai bagaimana, kapan, dan kepada siapa aset dapat dilepaskan. Hal ini tentuk memungkinan adanya variasi yang luas atas aplikasi yang ada dan ekosistem yang terus berkembang. 

Konsep awal dari smart contract sendiri diciptakan oleh Szabo pada 1994. Kemudian pada 1997 Szabo menggunakan perumpamaan dari vending machine untuk menjelaskan ide dan berpendapat bahwa nantinya akan banyak perjanjian yang kita tangani akan dapat tertanam di dalam hardware dan software sehingga membuat peretasan smart contract menjadi hal yang bernilai mahal bagi para hacker. Buterin pada tahun 2013 juga mengusulkan platform smart contract berbasis blockchain untuk menyelesaikan beragam masalah kepercayaan yang berkaitan proses eksekusi serta mengamankan governance dari blockchain secara global. Selain itu platform ini juga memungkinkan kontrak yang ada untuk berinteraksi dengan kontrak lainnya. 

Konsep ini selanjutnya diformalkan oleh Gavin Wood pada 2015 dan diimplementasikan atas nama Ethereum. Meskipun terdapat banyak alternatif lain, sejauh ini Ethereum merupakan platform smart contract terbesar bila dilihat dari segi market cap, aplikasi yang tersedia serta pengembangan ekosistem blockchain. 

Sampai saat ini Decentralized Finance (DeFi) masih merupakan market dengan interest yang sangat terspesifikasi serta volume yang relatif rendah. Nilai dari dana yang tersimpan di DeFi dan berkaitan dengan smart contract baru-baru ini mencapai nilai 1 triliun USD. Merupakan hal yang penting untuk memahami bahwa nilai tersebut bukanlah volume transaksi ataupun nilai market cap. Nilai tersebut mengacu pada cadangan yang terkunci di smart contract di mana nilai ini nantinya akan digunakan ke dalam berbagai cara. Berikut adalah grafik perbandingan antara nilai aset dalam ETH dan USD yang tersimpan di aplikasi-aplikasi DeFi.

 

Informasi lain tentang DeFi :

https://defi.co.id/blog/decentralized-finance-defi-hal-penting-yang-perlu-anda-tahu/

One thought on “Definisi DeFi (Decentralized Finance) dan Gambaran Besarnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *