DeFi Membuka Jalan Bagi “Self-Driving” Bank

Pada kolom opini baru di Financial Times, Brian Brooks, pengawas mata uang AS saat ini  berpendapat bahwa decentralized finance dapat membuka jalan bagi “self-driving” bank. Dengan beberapa peraturan baru yang diberlakukan, bank nasional suatu saat ini dapat ‘dipinjamkan’ untuk protokol DeFi, ucap Brooks.

Baca juga : Apa itu Decentralized Finance dan Jenisnya

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Protokol DeFi adalah sistem pengeloaan uang otomatis yang diatur secara algoritma yang pada dasarnya mengabaikan kebutuhan akan moderasi manusia dalam layanan dan produk keuangan. Brooks menggunakan analogi ini dengan menggunakan contoh mobil yang sudah bersifat self-driving.

“Kebanyakan undang-undang otomotif tentang batas kecepatan, memberi sinyal, mengemudi sambil mabuk dirancang untuk melindungi diri dari pengemudi yang berbahaya bukan dari mobil yang berbahaya. Kendaraan otonom membawa resiko baru yang tidak pernah dipertimbangkan oleh aturan lama. Dan kini industri perbankan juga menuju jalan yang sama.” Brooks, mantan chief legal officer dari Coinbase, exchange cryptocurrency terkemuka menjelaskan bahwa OCC memiliki banyak peraturan untuk orang-orang yang bekerja di bank tetapi sebagai sistem perbankan yang “self-driving” dan bankir yang sebenarnya dilewati sepenuhnya, maka agen federal perlu membuat aturan perlindungan yang benar-benar baru.

Brooks menunjukan adanya resiko bahwa dengan tidak adanya kejelasan peraturan federal maka negara bagian AS terburu-buru untuk mengisi kekosongan dan membuat serangkaian aturan yang tidak konsisten di mana hal ini akan menghambat perkembangan pasar nasional.

Sejak penunjukannya ke Comptroller of the Currency (OCC) tahun lalu, Brooks telah mengalihkan sebagian fokus regulator ke cryptocurrency. Awal bulan ini, OCC merilis surat yang menyatakan bahwa bank AS dapat menggunakan blockchain dan stablecoin untuk memfasilitasi pembayaran digital. Brooks yang ditunjuk Trump juga menghadapi kritik karena kecondongannya nya pada crypto. Pada bulan November lalu, enam anggota parlemen (termasuk Rashida Tlaib dan Ayaana Pressley) menulis bahwa Brooks terlalu banyak menghabiskan waktu untuk pembayaran digital dan tidak cukup membantu bisnis dan komunitas yang paling terdampak selama pandemi.

Tidak ada yang perlu terkejut ketika Brooks seorang regulator federal membuat argumen yang mendukung regulasi federal tapi ada alasan untuk berpikir DeFi membutuhkan perhatian regulasi semacam ini. Tahun lalu, perusahaan data blockchain CipherTrace melaporkan bahwa kurangnya regulasi DeFi menjadikannya target yang menarik bagi peretas. Dan “rug pulls” – sebuah penipuan pump and dump tetap menjadi resiko yang sangat nyata di DeFi karena banyak produk dalam industri yang masih baru ini dibuat oleh developer yang anonim.

Ada hal yang bersifat utopis di akhir kolom opini Brooks: “Dapatkah kita mengantarkan masa depan dimana kita bisa menghilangkan kesalahan, menghentikan diskriminasi dan memberikan akses yang universal untuk semua orang? Orang optimis seperti saya berpikir demikian.” Meskipun tujuan “akses universal untuk semua” masih jauh, kebutuhan akan kejelasan peraturan setidaknya ada di pikiran Brooks yang masa jabatannya tidak akan berakhir hingga 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *