Listing Coinbase Menghighlist DeFi Yang Akan Membentuk Masa Depan Exchange Crypto

Coinbase mendaftarkan sahamnya hari ini di exchange Nasdaq dengan harga $381 per saham dengan market cap awal sebesar $99.6 miliar dimana menjadikan hal ini sebagai sejarah exchange crypto pertama yang masuk ke dalam industri saham AS. Listing coinbase ini diharapkan dapat mendorong adanya ketertarikan investor baru terhadap industri crypto.

Saham Coinbase, ticker COIN, melonjak ke level 429.54 setelah listing dan diperdagangkan di bawah $400. Coinbase sendiri didirikan apda 2012 sebagai exchange untuk membeli Bitcoin dan sebagaian besar dari pendapatannya masih berasal dari perdagangan cryptocurrency terbesar ini. Namun, sementara BTC berperan besar dalam membentuk masa lalu Coinbase, kemungkinan besar decentralized finance lah yang akan memberikan dampak terbesar di masa depan exchange AS.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Masa depan DeFi

Seiring dengan bertumbuhnya protokol DeFi, memperjualbelikan token mereka akan mengurangi jumlah user yang memperjualbelikan bitcoin. Dengan hanya memperjualbelikan token, DeFi menyediakan kesempatan bagi user untuk mempergunakan aset nya dengan lebih lagi seperti kegiatan pinjam meminjam di peer-to-peer atau peer-to-smart contract. Coinbase telah menyadari hal ini dan sejak tahun lalu telah mulai secara agresif menambahkan token baru dan integrasi DeFi.

“Protokol DeFi merupakan komponen di cryptoeconomy yang penting dan terus bertumbuh dan merupakan peluang bisnis yang substansial bagi kami.”, tulis Coinbase di laporan 2020 nya, menambahkan bahwa mereka juga sudah berinvestasi pada membangun hubungan dengan developer DeFi dan mengujicobakan program “Day 1 Launch” untuk mendukung token protokol DeFi. Coinbase juga menambahkan bahwa kegagalan untuk terus mengikuti ekosistem DeFi merupakan resiko untuk Coinbase.

“Jika kita tidak dapat mengimbangi perubahan industri yang cepat untuk menyediakan produk serta layanan yang baru dan inovatif maka akibatnya pendapatan bersih kita akan berkurang. Industri kami telah ditandai dengan banyaknya produk dan layanan yang cepat, signifikan, disruptif dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tentu termasuk didalamnya decentralized application, DeFi, yield farming, staking dan lainnya.”, kata laporan tersebut.

Pendapatan Transaksi

Tahun lalu cryptocurrency selain Bitcoin melewati trading volume Bitcoin di Coinbase untuk pertama kalinya dimana hal ini merupakan tanda bahwa token-token ini akan terus memberikan kontribusi yang lebih besar untuk exchange bottom line.

“Pada 2020, aset crypto yang lain menyumbangkan bagian yang lebih besar pada trading volume,” tulis Coinbase. “Pertumbuhan ini didorong dengan penambahan lebih dari 20 aset crypto termasuk diantaranya beberapa aset crypto DeFi yang mendiversifikasikan trading volume dari Bitcoin dan Ethereum.”

Sekitar $1.1 miliar dari  total pendapatan Coinbase sebesar $1.3 miliar di 2020, atau sekitar 86% berasal dari biaya transaksi sebesar$193miliar di trading volume. Biaya ini bervariasi dari di bawah 0.50% per transaksi di Coinbase Pro hingga 2% untuk transaksi tertentu di Coinbase standard dengan rata-rata 0.57%. Coinbase tidak menyediakan data yang lebih terperinci lagi pada trading volume di laporan tahunannya jadi merupakan hal sulit untuk mengatakan apakah trend pertumbuhan volume non-BTC yang terjadi di tahun lalu akan terus berlanjut di tahun ini. Namun tetap, data 24 jam yang disediakan oleh Coingecko menunjukkan bahwa 30% dari trading volume Coinbase Pro datang dari  pair BTC/fiat dan 70% lainnya dari trading volume selama 24 jam ini mencakup bermacam-macam token crypto, banyak diantaranya merupakan DeFi. Data ini hanya mencakup Coinbase Pro dan bukan platftom Coinbase yang lebih besar.

Token DeFi Teratas

ETH merupakan token kedua yang paling banyak diperdagangkan di Coinbase Pro, memperhitungkan sekitar 19% dari keseluruhan trading volume 24jam yang meliputi semua pairing yang ada. ETH/USD merupakan pairing terpopuler terhitung 14,6% dari total diikuti oleh 1,5% terkait dengan ETH/BTC dan 1,4% terkait dengan ETH/EUR.

Token ketiga yang paling banyak diperdagangkan di Coinbase Pro adalah token Stellar, XLM dimana Coinbase bekerjasama dengan Stellar dan memungkinkan user untuk mendapatkan XLM secara gratis dengan berpartisipasi di penjelasan tutorial yang ada. XLM memiliki sekitar 7% dari keseluruhan trading volume selama 24 jam. Token DeFi besar lain yang berada di daftar ini termasuk diantaranya ada LINK 3.3%, UNI 1.3%, AAVE 0.8%, Ox 0.8%, dan Yearn 0.5%. Token DeFi lain seperti MKR dan SUSHI muncul di urutan yang lebih bawah. Hal ini berarti bahwa pada hari Selasa, DeFi menyumbang lebih dari $1.4 miliar dari trading volume 24jam – lebih dari $1.1 miliar Bitcoin.

Kepemilikan Key

Coinbase juga menawarkan Web3 Coinbase Wallet yang bersifat non-kustodial yang ditujuan untuk pengguna DeFi. Wallet ni sendiri merupakan produk yang berbeda dari centralized exchange mereka dan memungkinkan user untuk secara langsung menyimpan dan memiliki key mereka. Sama seperti Web3 wallet lain contohnya Metamask, tidak dibutuhkan adanya KYC.

Namun hal yang paling menjual dari Coinbase Wallet adalah integrasinya dengan lending DeFi.  Meskipun user masih dapat mengakses lending apps seperti Compound dan dYdX dengan cara standard melalui browser dapp, Coinbase wallet menyediakan dashboard yang terintegrasi dimana terdapat perbandingan lending rate dari setiap penyedia pinjaman. Selain itu, user juga dapat meminjamkan dan memasukkan crypto mereka kedalam protokol yang diinginkan langsung dari dashboard.

Pembayaran Crypto

Coinbase juga membangun teknologinya  untuk membantu bisnis menggunakan crypto. Platform Coinbase Commerce membantu merchant untuk menerima pembayaran crypto secara desentralisasi dan API WalletLink mereka membantu developer aplikasi DeFi untuk menerima pembayaran dari wallet crypto mobile seperti Coinbase Wallet.

Salah satu tantangan terbesar di industri DeFi adalah kemudahan aksesibilitas jadi fungsionalitas Coinbase Wallet yang user-friendly merupakan jembatan yang dapat membantu pendatang baru untuk terjun ke DeFi.

Centralized  Gateway ke DeFi

Coinbase berada di posisi yang unik untuk berperan sebagai pintu masuk ke industri bagi pendatang baru karena Coinbase sendiri merupakan salah satu exchange centralized terpopuler dan salah satu outlet trading yang paling aktif mengintegrasikan penawaran DeFi. Coinbase memberi insentif pada pendidikan crypto melalui program Coinbase Earn nya dimana program ini membekali pendatang baru dengan kursus kilat singkat tentang berbagai protokol dan memberi mereka hadiah token yang relevan setelah selesai. Sementara kursus Coinbase Earn mencakup ruang crypto yang lebih luas, DeFi diwakili oleh Stellar Lumens dan Compound.

Meskipun Coinbase mencatat bahwa mereka “mungkin menerima biaya layanan dari penerbit aset seperti Compound, sehubungan dengan konten pendidikan yang tersedia di Coinbase Earn.”, masih belum jelas berapa jumlah pendapatan dari program ini yang didapat oleh Coinbase. Namun demikian, memberi pemula crypto saham moneter dalam protokol DeFi tertentu adalah cara yang bagus untuk mendorong orang-orang berkecimpung lebih dalam ke industri ini.

Integrasi Compound

Hubungan Coinbase dengan protokol lending DeFi, Compound sudah berjalan lebih dalam sejak campaign Earn dilakukan. Coinbase Ventures berinvestasi di Compound Labs, Inc, perusahaan dibelakang protokol Compound pada 2018. Coinbase menyalurkan likuiditas ke Compund dengan USDC pada 2019, memungkinkan user Coinbase Wallet untuk mengakses langsung Compound sejak awal 2020 dan memfasilitasi transisi Compound ke decentralized governance di Juni 2020 melalui program Day 1 Launch nya.

Bersamaan dengan mengedukasi user  di Compound melalui Coinbase Earn yang sudah diperkenalkan melalui lebih dari 1 juta unik user ke protokol, itu juga termasuk mendukung trading untuk COMP melalui Coinbase Invest dan mendukung kustodian untuk COMP melalui Coinbase Store yang memungkinkan holders untuk berpartisipasi secara langsung di governance Compound tanpa benar-benar memindahkan COMP mereka dari Coinbase.

“Program ini menyoroti kemampuan kami untuk mendukung developer protokol yang baru dan inovatif sambil mendorong metrik bisnis utama untuk Coinbase.”, ucap Coinbase.

Hubungan simbiosis antara Compound dan Coinbase  merupakan tanda bagaimana exchange dapat berinteraksi dengan protokol DeFi kedepannya. Debut pasar Coinbase yang masif akan menyebabkan peningkatan minat di crypto dan platfrom Coinbase yang userfriendly dan centralized akan menyediakan lingkungan yang dapat lebih diakses bagi orang-orang yang ingin mendapatkan eksposur ke DeFi.

Efek dari Coinbase listing di kancah crypto yang lebih besar ini pasti akan menjadi lebih jelas dalam beberapa saat mendatang, tapi untuk saat ini, masa depan DeFi terlihat cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *