Decentralized Exchange : Apa yang Perlu Anda Tahu

Decentralized Exchanges-DEXs adalah salah salah satu penggunaan blockchain yang paling menjanjikan. Hal ini dikarenakan blokchain mempunyai peran besar dalam melacak aset digital dengan cara decentralized dan juga menangani permasalahan yang dapat timbul dalam decentralized exchange ini. Saat ini decentralized exchange dapat mengelola volume perdagangan sebesar 1 hingga 4 persen dan diharapkan dapat terus tumbuh menjadi 5 hingga 20 kali lebih banyak dalam 24 bulan selanjutnya dengan asumsi volume perdagangan tidak berubah dan korelasi antara token dan proyeksinya tetap konstan. Dalam pembahasan tentang decentralized exchange ini beberapa yang akan dibahas antara lain:

  • Pengertian decentralized exchange (DEX);
  • Manfaat decentralized exchange;
  • Kelemahan decentralized exchange.

Tanpa basa-basi lagi mari kita lanjutkan untuk pembahasan tentang decentralized exchange.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

 

Pengertian Decentralized Exchange

Decentralized exchange adalah pasar aset digital yang tidak bergantung pada individu atau organisasi pihak ketiga untuk menyimpan dana pelanggan; namun, platform ini menawarkan mekanisme perdagangan peer-to-peer langsung yang memungkinkan pengguna untuk memproses transaksi pada sistem otomatis. Jenis pertukaran ini berjalan pada aset proxy yang mewakili saham di perusahaan konvensional atau melalui multi-signature escrow system atau tokens (aset digital yang mewakili mata uang cryptos atau fiat) dan solusi lain yang saat ini sedang dikembangkan. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pertukaran jenis ini? Mari kita lanjutkan pembahasan.

 

Persyaratan untuk Decentralized Cryptocurrency Exchange Yang Baik

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat decentralized cryptocurrency exchange dapat beroperasi secara optimal adalah sebagai berikut:

  • Jumlah Pengguna yang Layak

Hal ini untuk memastikan tidak ada manipulasi harga dan likuiditas tinggi, bursa harus memiliki jaringan pembeli dan penjual yang besar.

  • Kecepatan Transaksi yang Cepat

Pasar merupakan platform yang bergerak cepat, bahkan perubahan harga aset dapat dialami dalam hitungan detik atau menit. Untuk alasan ini, pedagang harus dapat menempatkan transaksi dan mengeksekusinya dalam waktu sesingkat mungkin.

  • Trading Pairs Sedikit Mungkin

Crypto Exchange yang stabil harus memiliki jumlah trading pairs minimum untuk memastikan bahwa pasar tidak terbuka untuk arbitrase, karena hal ini terbukti merugikan dalam jangka panjang.

  • Antarmuka Pengguna yang Ramah (User-Friendly Interface)

Investor yang berbeda kemungkinan memiliki persyaratan yang berbeda tentang jumlah exchange platform yang ramah pengguna, namun rata-rata perlu merasa nyaman dalam melakukan perdagangan dengan komplikasi yang lebih kecil. Di sisi lain, seseorang dari Wall Street kemungkinan besar lebih menyukai analisis yang detail terhadap berbagai aset, termasuk bagan dan grafik. Bagaimanapun juga, tingkat penggunaan suatu bursa sangat bergantung pada antarmuka keseluruhan.

  • Skalabilitas

Pertukaran (exchange) harus memiliki teknologi yang tepat untuk dapat menangani volume perdagangan yang tinggi tanpa perlu membebani operasinya. Apabila volume perdagangan melonjak, pertukaran harus dapat menanganinya dan tidak memperlambat atau menghentikan operasinya.

  • Keterjangkauan atau Kemampuan untuk Membeli

Pertukaran yang efisien akan berusaha untuk memungkinkan semua investor mampu berdagang di platform mereka. Supaya hal ini dapat terjadi, maka terdapat kebutuhan untuk menyeimbangkan tawaran biaya transaksi yang berkelanjutan dan menghasilkan pendapatan yang memadai untuk mempertahankan operasi bursa.

 

Contoh Decentralized Exchange

Decentralized exchange tidak sepenuhnya diterapkan oleh semua sektor ekonomi. Terdapat beberapa platform yang berhasil menarik perhatian pedagang dari berbagai faksi. Berikut ini beberapa pertukaran (exchange) yang berhasil:

  • Bitsquare

Platform open source yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual cryptocurrency, seperti Bitcoin tanpa perlu melibatkan pihak ketiga. Hal ini memastikan bahwa transaksi dieksekusi secara langsung, antara pembeli dan penjual aset digital. Platform ini sangat bergantung pada salah satu fitur umum DEX, yaitu multi-signature escrow system untuk menegakkan perdagangan transparan di platformnya.

  • NXT

Platform ini merupakan salah satu dari 2.0 proyek cryptocurrency pertama yang memungkinkan penggunanya menerbitkan dan memperdagangkan aset digital. Namun, pada platform ini, pengguna hanya dapat menukar aset untuk koin NXT dan tidak ada cryptos lainnya.

  • Bitshares dan Openledger

Bitshares menjalankan crypto asli yang disebut dengan Bitshares dan menyingkatnya sebagai BTS di bursa. Platform ini memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan Aset yang Dipatok Pasar (Market Pegged Assets) dengan BTS dan Aset yang Diterbitkan Pengguna (User Issued Assets). Selanjutnya, Openledger merupakan replika Bitshares berbasis web. Keduanya berjalan pada jenis blockchain yang sama.

 

Manfaat Decentralized Exchange

Manfaat dari decentralized exchange adalah sebagai berikut.

  • Biaya Transaksi Rendah

Decentralized exchange memiliki biaya operasional yang sangat rendah, sehingga memungkinkan untuk menjaga biaya perdagangan. Namun, keadaan lalu lintas yang terus berlanjut di ruang crypto memaksa beberapa bursa beroperasi dengan harga yang relatif lebih tinggi. Tetapi, tetap saja, jika dibandingkan dengan centralized counterparts mereka, maka tarif DEX cukup mudah dikelola.

  • Peningkatan Keamanan

Decentralized Systems beroperasi secara berbeda dalam hal keamanan pengguna. Dalam pengaturan yang terdesentralisasi, pengguna tidak menyerahkan kendali atas aset mereka kepada pihak ketiga. Hal ini menjadikan hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mengekspos data mereka ke pengguna yang tidak sah, karena mereka memiliki kendali penuh atas sumber daya mereka.

  • Kemudahan untuk Mengelola Aset

Logika dari decentralized exchange adalah memungkinkan pengguna untuk memiliki kendali penuh atas portofolio mereka. Fungsi ini menjadikan pengguna dapat berdagang dan menggunakan dana untuk bertransaksi di platform yang berbeda, membayar teman, atau membeli produk. Hal ini lebih nyaman dibandingkan dengan centralized exchange yang membutuhkan waktu lebih lama antara setoran dan penarikan. Selain itu, sebagian besar decentralized exchange ramah terhadap e-commerce, yaitu memungkinkan Anda untuk membeli produk atau layanan menggunakan berbagai dompet cryptocurrency.

Selain manfaat tersebut, terdapat beberapa manfaat lain dari decentralized exchange, yang sebenarnya juga menjadi kelemahan dari centralized exchange:

  • Skalabilitas Transaksi

Decentralized Bitcoin Exchange yang khas, seperti Coinbase dapat menerima hingga 250 ribu pendaftaran setiap hari. Hal ini mengarah ke dalam peningkatan volume perdagangan hingga 40 persen per hari . Ketika centralized exchange dihadapkan pada keadaan yang sama, maka akan sering berakhir dengan masalah. Hal tersebut dikarenakan centralized exchange memiliki sistem komputasi pusat (central computing system) yang membebani operasi. Decentralized exchange juga sangat skalabel untuk meminimalkan hambatan masuk, selain itu juga memenuhi persyaratan perdagangan yang menguntungkan. Hal ini memungkinkan pertukaran ini mengalami pertumbuhan besar-besaran dalam rentang waktu yang relatif singkat.

  • Masalah Keamanan

Semua dana yang dikumpulkan oleh central exchanges dikelola secara terpusat. Hal ini meningkatkan risiko serangan di area penyimpanan aset. Dan jika mereka menyimpan aset digital dalam sistem seperti itu, peretas kemungkinan besar akan memiliki kesempatan. Tetapi, tidak seperti centralized counterparts, dalam decentralized exchange diamankan oleh orang-orang yang kompeten dari semua lapisan masyarakat. Hal ini memastikan bahwa yang terbaik dari bakat adalah digunakan untuk mengamankan pertukaran menggunakan sumber daya yang minimal.

Kelemahan dari Decentralized Exchange

Decentralized exchange mempunyai beberapa kelemahan, antara lain:

  • Exchange Pairs yang Terbatas

Anda sering kali akan menyadari bahwa tidak dimungkinkan untuk secara langsung memperdagangkan satu koin dengan yang lainnya, terutama saat koin tersebut bukan koin utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Hal ini terkadang memaksa pengguna untuk membeli Bitcoin terlebih dahulu untuk membeli koin apa pun yang mereka butuhkan. Proses mendapatkan BTC (Bitcoin) atau ETH (Ethereum) terlebih dahulu untuk kemudian mendapatkan koin atau token lain dapat menyebabkan biaya transaksi yang lebih tinggi, bahkan transaksi yang tertunda. Meskipun dalam hal ini ada upaya untuk menerapkan tindakan korektif oleh beberapa jaringan, seperti Bancor. Tetapi, sebagian besar cryptos belum menerapkan hal yang sama pada platform mereka.

  • Trade Collision

Blockchain bekerja dengan cara mengumpulkan transaksi ke dalam blok” yang selanjutnya diproses. Di satu sisi, sejumlah protokol memerlukan waktu 5 hingga 10 detik untuk mengeksekusi transaksi. Saat lebih dari satu perintah dikirim, maka hanya satu yang akan dieksekusi pada satu waktu, tidak secara bersamaan. Hal ini menyebabkan benturan perdagangan (trade) dan karena ruang kripto terus menarik lebih banyak pengguna, dimungkinkan permasalahan ini akan meningkat.

  • Teknologi yang belum matang

Kebutuhan decentralized exchange untuk selalu mengembangkan teknik supaya mencocokkan pembeli dan penjual. Hal ini dilihat dari pihak ketiga atau dari perkembangan internal. Teknologi ini akan membantu mencegah “orang luar” (outsiders) menemukan pesanan yang belum dikonfirmasi dan memotongnya untuk mendapatkan keuntungan cepat. Proyek Ox telah mencoba untuk mengeksplorasi solusi yang mungkin untuk menyediakan semi-decentralized platform. Namun, untuk berhasil atau tidaknya perlu mengkajian lebih lanjut lagi.

 

Fitur paling unik dari decentralized exchange yaitu, pengguna memiliki kendali penuh atas aset digital mereka dan bebas untuk menyiarkan portofolio mereka kepada calon pembeli. Tidak ada server pusat, semua keamanan dan privasi transaksi dikendalikan sepenuhnya oleh setiap pengguna. Pada akhirnya, menjadi lebih masuk akal untuk memiliki kendali penuh atas apa yang Anda miliki, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *