Apa Itu Crypto Lending

Kecuali Anda tinggal di dalam gua, mungkin Anda sudah pernah mendengar crypto lending, sebuah trend yang membuka kesempatan bagi semua orang untuk berpartisipasi dalam decentralized finance yang kini memiliki lebih dari 6,3 billion USD dalam value locked.

 

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

total value locked defi

Pada intinya crypto lending adalah konsep yang sederhana : peminjam bisa menjaminkan aset crypto yang dimilikinya sebagai kolateral untuk mendapatkan pinjaman fiat atau stablecoin, sedangkan lender (pemberi pinjaman) memberikan aset yang dibutuhkan untuk loan yang mana tingkat bunganya sudah disetujui sebelumnya. Hal ini bisa berjalan sebaliknya, di mana borrower (pemberi pinjaman) menggunakan fiat atau stablecoin sebagai jaminan untuk meminjam aset crypto.

Baca juga : Apa itu DeFi dan jenis-jenisnya

Anda mungkin menyadari bahwa tidak ada terobosan yang revolusioner di sini – intinya hanya “collateralized loan” atau secured loan, tetapi kredit dan lending adalah konsep lama yang powerful (“financial primitive”) dalam dunia finansial yang membuka pintu bagi banyak aplikasi dan benefit bagi bisnis, institusi, trader dan users.

Lending dan borrowing dalam dunia DeFi yang sedang berkembang, konsep yang ada sejak jaman dulu ini bisa dibilang di-unlock kekuatannya dengan karakter blockchain yang bersifat permissionless, open, bisa diakses semua orang. Hal ini mengarah ke use case dan kegunaan baru seperti rate bunga yang teroptimasi di banyak platform, juga “flash loan” di mana user bisa meng-utilisasi atomic transaction untuk meminjam likuiditas dalam platform sepanjang mereka membayarkannya kembali dalam transaksi yang sama.

Kenapa Crypto Lending itu Penting ?

Pada dasarnya, proses lending dan borrowing (credit) meningkatkan jumlah uang yang produktif dengan me-realokasikannya dari yang tidak memiliki kegunaan dengan segera kepada alokasi yang digunakan segera. Hal ini akan menambah utilitas atau kegunaan dari uang yang dimiliki oleh semua pihak, memberikan peminjam (borrower) akses kepada modal dan yield kepada lender.

Crypto lending mengubah aset crypto yang biasanya bersifat tidak produktif, menjadi produktif

Hal ini adalah kesempatan besar bagi market crypto dan user, yang mana sebelumnya hanya memiliki 2 pilihan tentang bagaimana mereka menggunakan cryptonya : hodl atau trade. Lebih spesifik lagi, untuk hodler, crypto hanya memiliki 1 fungsi : diam saja di wallet. Beberapa orang berpendapat bahwa hodler membantu membatasi supply di market, namun dari dua fungsi itu kita bisa bilang bukanlah kegunaan produktif dari aset.

Dengan munculnya crypto lending, utilitas dari aset tersebut meningkat dengan signifikan. Investasi yang sebelumnya bersifat statis kini bisa memberikan passive yield bagi lender, dan peminjam (borrower) bisa menerima fiat tanpa terkena pajak (karena tidak menjual cryptonya, di beberapa negara dikenakan crypto capital gain tax), atau mendapatkan aset kripto untuk trading, arbitrase atau melakukan market making. Hal ini adalah peningkatan signifikan bagi hodler individual atau invetor institusi.

Sebagai tambahan dari peningkatan utilitas crypto, crypto lending juga membuat dunia crypto semakin mirip dan bisa diperbandingkan dengan sistem finansial tradisional jika dibandingkan tingkat bunganya. Sebagian besar platform crypto lending memberikan bunga 8% untuk lending (memberikan pinjaman) stablecoin, dibandingkan kurang dari 1% untuk sebagian besar bank di USA.

Hal ini bisa dilihat sebagai peningkatkan besar bagi ekosistem crypto, tetapi tidak memberikan benefit maksimal dari sistem kredit/pinjaman yang sebenarnya – karena semua crypto loan saat ini bersifat overcollateralized yang berarti Anda harus memiliki modal/capital untuk mendapatkan loan, berarti pasar crypto lending tidak “growing the pie” yang mana bisa dibilang mengecewakan bagi populasi unbanked – yang paling membutuhkan akses finansial.

Berbagai Tipe Platform Lending : Centralized vs decentralized

Sejak tahun 2018, sejumlah lending platform bermunculan di industri cryptocurrency dan secara umum bisa dikelompokkan menjadi 2 : centralized dan decentralized. Adanya perbedaan ini pada intinya tentang siapa yang menangani proses lending dan borrowing : sebuah bisnis atau sebuah protokol.

Platform lending crypto yang bersifat centralized bekerja seperti layaknya perusahaan fintech tradisional yang kebetulan bekerja di ranah cryptocurrency. Mereka mengikuti proses Know your customer (KYC), memiliki sistem kustodial untuk melindungi aset Anda, dan bisa membangun partnership bisnis dengan institusi seperti menegosiasikan tingkat bunga khusus. Platform centralized ini cenderung memberikan tingkat bunga yang ditentukan oleh oleh perusahaan, yang kadangkala memberikan tingkat bunga lebih tinggi untuk lender ETH dan BTC dibandingkan decentralized lending platform.

Sedangkan platform lending terdesentralisasi, misalnya Compound, Maker, dYdX beroperasi seperti protocol yang bisa diakses oleh siapa saja kapanpun tanpa proses KYC atau custody. Maker adalah pengecualian di mana interest rate ditentukan oleh sistem governance, protokol lainnya memiliki tingkat bunga yang variabel dan ditentukan oleh supply dan demand dari aset tersebut di dalam platform. Tergantung dari algoritma interest rate masing-masing platform, terkadang perubahan interestnya bisa sangat besar, dYdX bisa mencapai 30% bagi lender.

Apa Risiko Crypto Lending ?

Crypto lending sering dibandingkan dengan tabungan tradisional dalam hal bunga, namun Anda juga perlu tahu bahwa platform crypto lending ini cukup baru dan lebih beresiko dibandingkan pemain lending tradisional dan teregulasi seperti bank tradisional. Tidak ada penyedia crypto lending yang dilindungi atau terjamin dananya oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) – kalau di Indonesia, memang ada usaha-usaha asuransi dana DeFi seperti Nexus Mutual atau Opyn, namun tentu saja di sini kita membicarakan teknologi baru.

defi insurance

Peminjam / borrowing bisa mengalami likuidasi jaminan atau kolateralnya jika nilai jaminannya turun melewati nilai yang ditetapkan untuk memastikan bahwa nilai kolateralisasi mencukupi. Hal ini berarti peminjam / borrower harus senantiasa berhati-hati memantau rasio kolateral untuk memastikan berada dalam range yang aman. Sistem likuidasi jaminan MakerDAO juga pernah mengalami masalah saat nilai ETH jatuh. Namun banyak pihak telah belajar dari kejadian tsb.

Dalam industri terdesentralisasi, juga selalu ada risiko smart contract. Kode komputer dalam bentuk smart contract dieksekusi di dalam sistem yang mengatur aliran capital di dalam sistem, sehingga secara teori bisa diserang hacker.

Untuk crypto lending yang bersifat terdesentralisasi, ada saatnya di mana likuiditas menjadi issue, misalnya interest rate yang berubah dengan drastis ketika sejumlah besar capital pindah keluar atau masuk sistem. Secara umum, interest rate berfungsi untuk memberikan insentif dalam titik kesetimbangan yang stabil, tetapi volatilitas tetap bisa terjadi.

Informasi lainnya tentang DeFi :

Siapa yang benar-benar Menggunakan DeFi? DeFi Report 2020

“The Big Four” Akan Jadi Bagian Penting Ekosistem DeFi Pada Tahun 2030

 

One thought on “Apa Itu Crypto Lending”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *