Keuangan Tradisional Memantau Kenaikan DeFi dari Dekat

Pamor token yang memimpin dalam kegilaan DeFi di musim panas ini mungkin akan turun tapi sektor DeFi masih jauh dari kata selesai. Dan dengan banyaknya minat dari institusi yang bernilai multi-miliar dolar maka dapat dikatakan bahwa inovasi ini baru saja di mulai.

Keuangan Tradisional Ingin Menjadi Bagian Kecil Dari DeFi

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Dalam kolaborasinya dengan Boston Consulting Group Platinion (BCG), Crypto.com yang merupakan perusahaan terdepan di industri crypto mengungkapkan bahwa 86% dari lembaga keuangan yang di survey sedang menjelajahi DeFi. Penelitian ini mengonfirmasi banyak kecurigaan yang terjadi di dalam komunitas crypto seperti hal hadir nya institusi. Terlebih lagi, perusahaan-perusahaan ini sangat ingin menemukan kolaborator.

Baca juga : Apa itu Decentralized Exhange dan Bagaimana Cara Kerjanya ?

Eric Anziani, COO dari Crypto.com menyampaikan bahwa hal yang mengejutkan adalah 86% lembaga keuangan ini mengimplementasikan atau menilai layanan yang di bangun di atas kerangka DeFi dan 35% dari mereka berkolaborasi  dengan konsorsium, platform, aplikasi atau layanan yang sudah ada untuk meluncurkan hal tersebut. Hal ini tentu menunjukkan adanya minat untuk berkolaborasi antara organisasi keuangan tradisional dan perusahaan blockchain yang memiliki keahlian dalam teknologi DeFi karena hanya 24% diantaranya yang memiliki konsorsium atau platform mereka sendiri.

Organisasi-organisasi ini mulai beralih ke teknologi crypto karena beberapa alasan diantaranya meningkatkan pengiriman uang dan jaringan pembayaran. Meskipun banyak penggiat crypto yang protes akan lambatnya transaksi di jaringan blockchain ternama seperti Ethereum dan Bitcoin, hal ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan transaksi yang terjadi di luar crypto. Meskipun masih belum jelas jaringan mana yang memimpin perlombaan, Anziani mengonfirmasi bahwa cryptocurrency dengan kecepatan transaksi yang cepat, biaya yang lebih rendah, dan pendekatan yang bersifat desentralisasi menawarkan persaingan yang jelas bagi sistem keuangan lama.

Perusahaan yang berada di industri ini juga bukan perusahaan yang berskala kecil. Sekitar 70% dari organisasi yang di survey memiliki lebih dari 12 miliar di neraca mereka. Menurut Anziani, Meskipun penelitian menunjukkan hanya sebagian kecil yang sudah menerapkan use case berbasis crypto, sebagian besar telah menjadikan DeFi sebagai prioritas utama untuk penyelidikan lebih lanjut. Eksplorasi ini sedang dilakukan melalui konsorsium dan platform yang ada. Secara alami, minat dari demografi bisnis ini sangat bermanfaat bagi perusahaan khusus crypto seperti Crypto.com. Anziani juga mengatakan bahwa solusi pembayaran crypto yang telah dibuat dan baru diluncurkan yang bernama Croseid (testnet) merupakan contoh yang baik dari tipe produk yang akan dilihat oleh institusi-institusi ini. Testnet ini memungkinkan adanya transaksi di seluruh dunia antara individu dan bisnis tanpa memerlukan adanya izin institusi tertentu dengan dukungan dari agen settlement serta validator yang nantinya akan dihargai dengan token asli CRO. Hal ini tentu akan menurunkan biaya pemrosesan sebesar 80% bila dibandingkan dengan solusi sistem pembayaran yang ada sekarang. Memang, perusahaan seperti crypto.com yang terbuka untuk menghubungkan industri awam dan blockchain memiliki keuntungan yang besar. Namun itu tidak berarti bahwa adopsi blockchain kedepannya akan menjadi lebih mudah.

Halangan Yang Ada Untuk Adopsi Lebih Lanjut

Hedge fund, trading desk dan broker keuangan memiliki risk profile yang cukup berbeda bila dibandingkan dengan user DeFi dan dengan peretasan yang muncul hampir setiap hari, keamanan masih menjadi halangan yang cukup besar bagi perusahaan multi-miliar dolar ini.

Di samping memiliki resiko yang besar, perusahaan-perusahaan tersebut juga menyadari bahwa banyak  munculnya peraturan yang berfokus pada crypto. Fokus ini telah terlihat pada penghapusan exchange dengan derivatif Bitcoin yang sudah lama serta pengawas keuangan Inggris yang melarang perdagangan derivatif crypto. Regulator juga tertarik untuk menangani stablecoin yang dikeluarkan secara pribadi seperti USDT Tether dan USDC Circle yang semakin populer. Beberapa pemerintahan telah memperjelas bahwa mata uang nasional atau cryptocurrency yang dipatok di fiat hanya akan didistribusikan oleh bank sentral.

Namun, hal ini juga masih jauh dari kata selesai karena diskusi regulasi masih terus berlangsung. Dan menurut Anziani, industri crypto harus berpartisipasi dalam dialog ini. Dia menambahkan bahwa dengan perkembangan dan adopsi crypto yang terjadi di seluruh dunia, regulator perlu memastikan bahwa pasar akan terlindungi dari penipuan dan dapat menjaga suku bunga user mereka di angka yang aman. Kita perlu terus bekerja dengan regulator untuk mendukung perhatian mereka terhadap regulasi crypto dan menemukan kebijakan yang memiliki persamaan yang melindungi semua pihak yang terlibat dan memastikan seluruh potensi dari decentralized finance dapat direalisasikan.

Penambahan 10 Miliar Dolar Berikutnya Ke DeFi

Industri DeFi sendiri didominasi terutama oleh investor ritel. Dan sejauh ini, jumlah investor ritel ini sudah cukup untuk terus mengembangkan sektor DeFi. Namun, penambahan 10 miliar dolar berikutnya ke DeFi sepertinya akan datang dari sumber yang berbeda. Menurut penelitian dari BCG dan crypto.com, investor institusional sedang mengamati industri DeFi ini. Dengan merapikan pedoman peraturan dan menggandakan tingkat keamanan akan membantu para investor ini untuk langkah selanjutnya dan membawa DeFi menjadi lebih laju.

 

Informasi lain tentang DeFi

Kenapa Decentralized Finance Bisa Legal di Indonesia ?

 

Apa Itu Tapdole Finance, Project DeFi dari Indodax dan Tokenomy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *