Apa Itu DeFi Lending ?

Apakah Itu DeFi Lending?

Industri pinjaman DeFi memiliki peranan yang sama dengan bank tradisional yang memberikan pinjaman kepada individual ataupun bisnis. Namun dengan banyaknya aplikasi blockchain yang ada, pinjaman DeFi memiliki lebih banyak hal yang dapat ditawarkan dibandingkan bank tradisional. Platform peminjaman crypto DeFi menawarkan pinjaman crypto kepada siapapun tanpa melibatkan kepercayaan antar pihak contohnya adalah dengan menghilangkan pihak ketiga. Siapapun dapat memasukkan crypto yang mereka miliki ke platform peminjaman DeFi untuk keperluan pinjam meminjam. Sang peminjam akan mengambil pinjaman secara langsung dari platform dimana hal ini dapat dikatakan sebagai DeFi P2P Lending. Protokol peminjaman ini memungkinkan peminjam untuk mendapatkan bunga.

Belajar Lebih Dalam Tentang DeFi !

Bagaimana melipatgandakan uang Anda di ekosistem finansial blockchain dan me-manage risikonya ? Signup email Anda di bawah ini

Di luar DApps lain yang saat ini tersedia di industri DeFi, tingkat pertumbuhan dalam peminjaman DeFi masih merupakan yang tertinggi sehingga membuat hal ini menjadi kontributor yang secara signifikan mengunci aset crypto. Berdasarkan Messari, perusahaan riset crypto, industri peminjaman DeFi memiliki performa yang terbaik untuk kategori ROI (Return On Investment) diikuti dengan decentralized exchange (DEX) dan pembayaran DeFi.

Apa keuntungan yang ditawarkan oleh platform DeFi Lending bila dibandingkan dengan pinjaman tradisional?

Karena didasarkan oleh teknologi blockchain, pinjaman crypto DeFi menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan dengan pinjama tradisional:

  • Transaparansi – Sebagai ganti dari otoritas yang terpusat, smart contract menangani aset yang dipinjam dan dipinjamkan dan menyimpannya di blockchain supaya dapat diverifikasi oleh siapapun. Karena itu, pinjaman crypto DeFi ini menawarkan transparansi di dalam hal pergerakan dana.
  • Aset menjadi lebih mudah untuk di akses – Karena tidak adanya perantara, platform peminjaman DeFi memungkinkan terjadi nya kegiatan pinjam meminjam antar user contohnya aset yang langsung di transfer sehingga memudahkan user untuk mengakses aset mereka masing-masing.
  • Kecepatan, utilitas, dan fleksibilitas yang lebih baik – Untuk meminjam dan meminjamkan, user perlu untuk membuat akun di platform peminjaman DeFi, memiliki wallet crypto dan hanya perlu beberapa saat untuk membuat smart contract. Semua hal ini dapat diverifikasi menggunakan  gadget user dan hanya dalam hitungan menit saja.
  • Efisiensi harga – Permintaan pasar menentukan harga aset. Jadi kemampuan dari DeFi untuk menarik lebih banyak user dalam waktu cepat karena kemudahan akses, peluang arbitrase,  dan transparansi dalam kejelasan finansial dapat mendorong efisiensi harga.
  • Resistensi sensor dan imutabilitas – Desentralisasi menjamin bahwa tidak adanya perlakuan khusus dan hanya ada hak yang sama untuk informasi dan kesempatan yang tersedia, dengan transaksi yang disimpan dalam blockchain menjanjikan imutabilitas

Apakah Kekurangan dari P2P Lending?

Meskipun platform peminjaman DeFi memiliki posisi menguntungkan dengan menawarkan beberapa benefit, namun tetap terdapat beberapa isu yang masih terasosiasi dengan DeFi.

  • Suku bunga yang lebih tinggi – Suku bunga yang terdapat pada industri DeFi saat ini memang lebih tinggi, 6-10% untuk USDC dan 17.5% untuk DAI. Tingkat suku bunga global untuk pinjaman sendiri bervariasi tergantung pada negaranya. Sementara banyak negara dunia pertama seperti AS memerintahkan suku bunga rata-rata 5-6%, beberapa negara mengenakan suku bunga 10-20% dengan banyak yang mengenakan tarif lebih tinggi. Menurut data Bank Dunia, Brazil pada 2019 mengenakan suku bunga sekitar 37,5%. Jika kita berbicara mengenai mengalihkan kerugian ini menjadi kesempatan, maka DeFi lending dapat dikatakan mampu menawarkan tingkat suku bunga yang sama meskipun lintas negara dimana hal ini juga berkontribusi pada tingkat pertumbuhan DeFi.
  • Ketidakmampuan untuk mempengaruhi ekonomi – Jika likuiditasnya rendah,  hal tersebut membatasi kegiatan pinjam meminjam saat ini dengan tingkat suku bunga yang rendah tanpa benar-benar mempengaruhi tingkat bunga ekuilibrium. Hal ini menyebabkan DeFi tidak dapat mempengaruhi ekonomi dan hanya sampai pada tahap mereplika saja.

Tingkat bunga ekuilibrium adalah keadaan dimana persediaan dan permintaan uang berada pada tahap yang sama.

Manfaat apa yang ditawarkan oleh platform DeFi Lending kepada user?

Terlepas dari pendapatan bunga konvensional dengan meminjamkan aset crypto, DeFi lending memberikan beberapa keuntungan unik baik untuk peminjam maupun si pemberi pinjaman.

  • Margin trading – User dapat membeli aset dan kemudian menjualnya ke cryptocurrency lain di exchange lain. Hal ini dapat menggandakan margin trading di exchange yang tersentralisasi dan menawarkan opsi margin trading di platform yang tidak didukung.
  • Imbalan dari investasi jangka panjang – Daripada membiarkan aset cryptonya menganggur, investor jangka panjang dapat meminjamkan asetnya di platform peminjaman DeFi dan mendapatkan sejumlah bunga selain strategi HODL atau apresiasi modal.
  • Arbitrase antara DEX dan CEX – User yang memiliki akses kredit ke mata uang fiat dapat meminjamnya dengan harga lebih rendah daripada di DEX dan kemudian meminjamkannya di DEX untuk mendapatkan biaya arbitrase. Biasanya platform dengan persyaratan KYC yang rumit menawarkan kesempatan ini.

Karena suku bunga pinjam meminjam sangat bervariasi antara dua DEX, maka terdapat peluang untuk mendapatkan biaya arbitrase.

Daftar Platform DeFi Lending

Industri DeFi Lending yang berdasarkan crypto dengan jumlah 15 platform hampir semuanya didominasi oleh Ethereum. Meskipun EOSREX.io adalah satu-satunya platform peminjaman pada EOS yang memiliki aset terkunci lebih tinggi (lebih dari 600 juta dolar).

DeFi Lending #1: Compound

Tipe blockchain: Ethereum

Pendiri: Robert Leshner juga adalah CEO dari Compound. Seorang analis untuk Chartered Financial, mantan ekonom, Product Lead di aplikasi pengiriman Postmates dan sudah 2 kali mendirikan startup.

Total nilai yang dikunci: 648.6 juta dolar AS

Asset pendukung: Compound mendukung 9 tipe token dari ERC-20:ETH, DAI, SAI, USDT, REP, WBTC, BAT, dan ZRX.

Dibandingkan dengan semua token, Compound memiliki DAI paling banyak senilai 705.108 juta USD di brankasnya yang menghasilkan bunga senilai 1.45% sementara USD terkunci senilai 24.6 juta USD menghasilkan bunga senilai 8.11%.

Jaminan minimum: 133%

Investor: Compound memiliki beberapa investor terkemuka dalam daftarnya seperti Polychain Capital, Andreessen Horowitz, Coinbase dan Bain Capital.

Deskripsi:

Pertama kali diluncurkan di September 2018, mainnet diupgrade ke versi kedua pada 2019. Pemberi pinjaman memberikan aset mereka ke Compound liquidity pool dan peminjam meminjam dari pool tersebut. Pool ini sendiri berisi serangkaian smart contract yang mencocokkan peminjam dengan aset yang tersedia di pool. Ketika didepositkan, algoritma akan mengtokenisasi aset terkunci dengan membuat cTokens nya sendiri – contohnya cBAT token untuk koin BAT, cDAI token untuk DAI dan seterusnya. Token ini merepresentasikan perpindahan aset keluar masuk di pool sehingga memungkinkan aset aktual dipindahkan, diperjualbelikan atau digunakan untuk aplikasi lain.

Dengan menggunakan algoritma Compound, smart contracr secara otomatis menentukan suku bunga dan mengacak mereka berdasarkan rasio supply dan demand pada aset crypto. Token yang dihasilkan akan secara otomatis menghasilkan bunga bagi si pemberi pinjaman. User dapat menebus cTokennya untuk aset yang relevan (BAT) ditambah bunga yang dibayarkan pada bentuk token yang sama (BAT). Faktor atau rasio jaminan (berapa banyak aset crypto yang dapat dipinjam terhadap aset yang disimpan) untuk setiap aset dapat berbeda. Jumlah pinjaman maksimum yang diperbolehkan (borrow limit) ditentukan oleh Comptroller contract yang menghitung likuiditas akun Anda dalam nilai ETH yang berdenominasi.

Ketika jumlah pinjaman melebihi batas pinjaman, posisi Anda dapat dilikuidasi. Compound memungkinkan user lain untuk melunasi hutang ini hingga 50% dan dengan melakukan demikian maka mereka dapat menerima agunan dengan tingkat diskon 5%. Tingkat likuiditas dari insentif ini dapat bervariasi. Alih-alih membayar bunga secara teratur untuk jumlah yang sudah dipinjam, user dapat membayar semuanya sekaligus. Untuk mengatasi situasi seperti pemberi pinjaman yang menarik semua dananya sekaligus, Compound menggunakan model suku bunga. Tingkat utilisasi meningkat ketika peminjam meminjam lebih banyak lagi.

Fitur lainnya:

  • Compound tidak membutuhkan verifikasi ID atau KYC sehingga membuat Compound bersifat benar-benar tanpa izin siapapun dan siapapun dapat meminjam dan meminjamkan aset dari manapun
  • Tidak ada batas minimal untuk meminjam atau meminjamkan
  • Tingkat suku bunga naik setiap Ethereum meminingkan 1 block. Oleh karena itu, pemberi pinjaman menerima bunga setiap 15 detik
  • Protokol Compound mencadangkan 10% dari bunga yang dibayarkan sementara sisanya ke pemberi pinjaman
  • Pada Juni 2020, Compound meluncurkan governance tokennya yaitu COMP dimana holder token memiliki hak voting untuk hal-hal seperti peningkatkan protokol, tambahan aset baru yang dapat dipinjam atau dipinjamankan, kemungkinan voting di masa depan untuk mendistribusikan biaya, atau untuk buyback token

Catatan: Beberapa platform DeFi lendin yang akan didiskusikan lebih lanjut memiliki kesamaan dengan Compound oleh karena itu pembahasannya akan lebih mendetail pada prinsip kerja masing-masing platform

 

DeFi Lending #2: Maker

Tipe blockchain: Ethereum

Pendiri: Rune Christensen sebagai CEO dan Co-founder

Total nilai yang dikunci: 925.3 juta dolar AS

Aset pendukung: Maker berbeda bila dibandingkan dengan Compound karena user hanya dapat meminjam token DAI. Untuk digunakan sebagai jaminan, ini memungkinkan ETH dan BAT saat ini untuk dipasangkan dengan Augur (REP), Omisego (OMG), Golem (GNT), DigixDAO (DGD), dan ox (ZRX).

Jaminan minimum: 150%

Investor: Beberapa investor termasuk Andreessen Horowitz, Dragonfly, Paradigm, etc.

Deskripsi:

Maker merupakan platform pinjaman crypto DeFi yang unik. Maker menawarkan stablecoin DAI sebagai pinjaman kepada peminjam. Rasio pengikatan stablecoin ke USD adalah 1:1. Namun, selain USD, Maker hanya mengizinkan ETH dan BAT (saat ini) sebagai jaminan.

User mengunci jaminan mereka ke dalam inti smart contract Maker bernama CDP (Collateralized Debt Position) untuk memproduksi DAI. Kolateralisasi yang berlebihan dapat menurunkan eksposur sistem terhadap resiko. Rasio jaminan yang dibutuhkan oleh ETH untuk memperoleh DAI ditetapkan pada 1,5:1 dibandingkan dengan 1:1.

Fitur MKR:

  • Governance – Untuk memilih dan mengimplementasikan beragam kebijakan di jaringan Maker seperti biaya tahunan untuk stabilitas, rasio jaminan dan sebagainya
  • Utility – Untuk menciptakan CDP supaya dapat menghasilkan DAI, dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya untuk membayar biaya stabilitas selain DAI yang dipinjam untuk menutup posisi
  • Recapitalization – Sebagai failsafe, sistem Maker mencetak MKR ketika total jaminan yang terkunci di CDP tidak cukup untuk menutupi DAI yang ada dan untuk menjual MKR di open market guna meningkatkan modal untuk menutupi defisit. Hal ini juga bertindak sebagai penyeimbang untuk menjaga nilai DAI tetap stabil

Perlu diingat bahwa tidak ada peminjam yang menyimpan aset mereka di liquidity pool. Sebagai gantinya, peminjam harus menjaminkan aset mereka di CDP untuk mendapatkan pinjaman. Oleh karena itu, pembeli DAI dapat dianggap sebagai pemberi pinjaman, walaupun secara tidak langsung. Hal menarik lainnya yang perlu diingat adalah stablecoin yang dijaminkan dengan aset tunggal disebut SAI, bukan DAI.

CDP sekarang disebut Vault atau brankas untuk mengakomodir multi-agunan DAI yang baru. Tetapi untuk setiap DAI yang didukung oleh aset akan dibuat brankas terpisah seperti ETH Vault atau BAT Vault. Dengan bantuan fitur DAI Saving Rate atau DSR, user dapat menghold DAI mereka di smart contract DSR untuk mendapatkan DAI tambahan per variable saving rate yang ada. Saving rate saat ini di angka 2%.

 

DeFi Lending #3: Aave 

Tipe blockchain: Ethereum

Pendiri: Stani Kulechov selaku pendiri dan CEO Aave

Aset pendukung: Aave memiliki 16 koin pendukung dimana 13 diantaranya dapat digunakan sebagai jaminan. 13 koin ini termasuk ETH, DAI, USDC, WBTC, REP, ZRX, BUSD, TUSD,  dan MANA.

Jaminan minimum: 133%

Investor: Beberapa investor seperti Framework Ventures, Three Arrows Capital, Carnaby Capital, SVK Crypto, YouBi Capital dan lainnya.

Deskripsi:

Ketika ETHLend melakukan rebranding menjadi Aave, strategi yang digunakan berganti dari strategi DeFi P2P Lending menjadi strategy yang berdasarkan liquidity pool dimana strategi ini merupakan strategi yang umumnya digunakan oleh platform DeFi Lending crypto. Aave merupakan protokol DeFi lending yang bersifat open source dan non-custodian dimana dapat dengan cepat menarik banyak user sejak peluncuran mainnet pada 2020.

Pemberi pinjaman dapat mendepositkan cryptocurrency yang telah disebutkan diatas ke pool dan menerima jumlah aTokens yang sesuai dengan perbandingan 1:1, hampir mirip dengan cTokens di Compound. Dengan holding aTokens ini secara otomatis menghasilkan biaya bunga yang akan terus menggulung seterusnya. Sejak algoritma Aave menyesuaikan tingkat suku bunga agar sejalan dengan supply dan demand, holding aTokens akan menghasilkan biaya bunga yang lebih tinggi. Aave memungkinkan bunga ini untuk disimpan bersamaan di wallet dengan token yang sama atau disimpan di wallet yang berbeda.

Protokol token asli Aave disebut juga dengan LEND yang dapat digunakan untuk membayar bunga, mengurangi biaya, memberikan hak untuk mengatur serta hak voting kepada para holder. Token akan di burn ketika biaya dibayarkan dan hal ini tentu akan meningkatkan nilai dari token tersebut. Dengan mengunci jaminan, peminjam dapat menarik crypto tertentu dari pool yang tersedia dengan jaminan yang diagunkan. Hal ini tentu memungkinkan peminjam untuk memilih untuk masuk atau keluar dari suku bunga yang stabil. Cadangan likuiditas dipertahankan untuk memastikan penarikan dapat dilakukan kapanpun. Namun Aave juga menawarkan alternatif pinjaman lain yang tidak memerlukan adanya kepercayaan antar pihak yaitu Flash Loan.

Fitur Aave:

  • Flash loan – Aaave memungkinkan peminjam untuk mengambil pinjaman tanpa mengunci jaminan apapun namun hanya untuk jangka waktu tertentu saja. Jika pinjaman tersebut tidak dibayar kembali dalam waktu transaksi atau waktu blok yang sama, maka pinjaman tersebut secara otomatis akan dibatalkan. Pembayaran kembali pinjaman menarik nominal sebesar 0,09% dalam LEND. Flash loan di desain khusus untuk para developer yang mungkin membutuhkannya untuk membayar modal arbitrase, refinancing atau likuidasi aset.
  • Rate switching – Ini merupakan salah satu fitur unik dar Aave yang memungkinkan peminjam untuk berganti dari suku bunga yang bersifat tetap atau variabel. Sifat volatilitas dari biaya bunga di DeFi membuat user sulit untuk mengestimasikan biaya bunga yang harus dibayarkan dalam jangka waktu pinjaman yang lama. Namun dengan menggunakan fitur ini, peminjam dapat memilih suku bunga tetap jika ada kenaikan suku bunga yang diprediksi dan floating fee yang di shuffle setelah pengurangan bunga.

 

DeFi Lending #4: dYdX

Tipe blockchain: Ethereum

Pendiri: Antonio Juliano yang juga mendirikan Weipoint dan bekerja sebagai software engineer di Coinbase dan Uber

Total nilai yang dikunci: 38.7 dolar AS

Aset pendukung: Saat ini dYdX mendukung Dai, ETH, USDC dan akan lebih banyak lagi yang ditambahkan di waktu mendatang

Jaminam minimum: 115%

Investor: Beberapa investor seperti Coinbase, Polychain Capital, Dragonfly Capital, Craft Ventures, Vy Capital dan lainnya

Deskripsi

Di desain untuk pengguna yang lebih berpengalaman, dYdX merupakan platform peminjaman crypto DeFi yang bersifat non-kustodial dimana platform ini berdasarkan protokol open-source Solo. Diluar layanan pinjam meminjam, dYdX juga menawarkan tools finansial seperti options, margin trading dan derivatif. dYdX dikenal sebagai protokol peminjaman DeFi dengan resiko yang rendah. Seperti Compound, protokol dYdX juga menggunakan model peminjaman pool dimana aset peminjam dikumpulkan melalui smart contract dan dapat ditarik kapanpun. Tingkat suku bunga pinjaman menyesuaikan dengan demand dan supply dari suatu aset. Bunga ini bertambah terus menerus dan 15% dari semua bunga disimpan sebagai cadangan dalam bentuk dana asuransi sebagai cadangan untuk pemulihan posisi dan sisanya akan dibayarkan kepada pemberi pinjaman.

Pinjaman diagunkan dengan 125% dari nilai pinjaman. Tapi jika rasio agunan turun hingga dibawah 115%, sistem secara otomatis melikuidasi agunan sehingga pemberi pinjaman akan tetap menerima pembayaran. Tingkat likuidasi berada di 5% dimana peminjam harus membayar untuk menjual pinjaman kepada pembeli pihak ketiga sebagai pelunasan jaminan.

dYdX tidak memiliki tokennya sendiri karena itu dapat dikatakan dYdX mirip dengan platform peminjaman P2P DeFi namun tidak bersifat langsung karena memiliki pool. Untuk memfasilitasi kegiatan trading, dYdX menyediakan order booknya sendiri yang bersifat off-chain dimana trading diselesaikan secara on-chain. dYdX juga menawarkan cross margin trading dan juga isolated margin trading. Platform ini mengenakan biaya trading sebesar 0.15%-0.5% untuk takers dan tidak mengenakan biaya apapun untuk makers. dYdX memungkinkan trader untuk mengambil short position dengan leverage hingga 4 kali dari nilai jaminan mereka dan hingga 5 kali untuk long position. Hal seperti margin trading dan pinjaman dapat tetap terbuka selama 28 hari, setelah itu posisi akan secara otomatis ditutup dengan expiration fee 1%.

 

DeFi Lending #5: Nuo Network

Tipe blockchain: Ethereum

Pendiri: Varun Despande, Ratnesh Ray, Siddharth Verma

Total nilai yang dikunci: 3.3 juta dolar AS

Aset pendukung: Nuo mendukung ETH, SAI, DAI, MKR, KNC, ZRX, REP, WBTC, BAT, USDC, TUSD, dan LINK.

Jaminan minimum: 150%

Investor: Beberapa investor seperti Dragonfly Capital, ConsenSys Tachyon, Consensys Labs dan lainnya

 

Deskripsi

Nuo Network merupakan platform non-kustodi yang disebut sebagai marketplace hutang DeFi. Seperti dYdX, Nuo mengadopsi sistem pooled debt reserve dimana pemberi pinjaman dapat mendepositkan aset mereka sebagai agunan untuk mendapatkan bunga. Bunga ini merupakan persentase dari bunga harian yang dibayarkan oleh peminjam. Aset yang didanai ini kemudian digunakan untuk memberi pinjaman dan memfasilitasi kegiatan trading.

Platform ini memungkinkan peminjam untuk mengambil pinjaman hingga 70% dari nilai agunan mereka. Nuo Network juga memungkinkan pemberi pinjaman atau pinjaman untuk memberikan jaminan berlebih pada pinjaman mereka yang nantinya dapat dicabut dari platform. Bergantung pada status cadangan utang, protokol menyesuaikan suku bunga berdasarkan algoritma dan menawarkan suku bunga sebesar 0,1%-7% berdasarkan jenis aset. Suku bunga di jaringan tersebut bervariasi untuk peminjam namun bersifat tetap untuk para pemberi pinjaman.

Platform ini tidak memiliki token asli sebagai representasi aset internal dan juga tidak mengenakan biaya apapun namun justru mengcover sebagian besar biaya gas dari user. Nuo mengamati posisi margin off-chain tetapi mengeksekusi nya secara on-chain ketika posisi telah berada di bawah maintenance margin. Jika price feed mengonfirmasi hal ini, Nuo akan secara otomatis mengeksekusi likuidasi pada rate 2%. Untuk margin trading, platform ini menawarkan leverage hingga 3 kali lipat pada jaminan mereka untuk 4 trading pair termasuk WBTC dan ETH. Nuo menggunakan Uniswap dan Kyber untuk mengeksekusi trading.

Fitur lainnya:

Platform lending ini sudah menambahkan kompatibilitas dalam bentuk mobile dan integrasi Wyre (transaksi meta) untuk mengkonversi fiat ke ETH atau DAI.

  • Bila dibandingkan dengan platform lending lainnya, Nuo bersifat sangat user friendly. Pembuatan akun yang berdasarkan e-mail dan password akan terasa lebih mudah bagi beberapa user
  • Fee likuidasi Nuo 2% lebih rendah dari protocol peminjaman crypto DeFi lainnya
  • Memiliki variasi aset terbesar dan menawarkan tingkat suku bunga tertinggi

 

#6 Platform Pinjaman DeFi Lainnya

Diantara platform pinjaman DeFi lainnya, InstaDApp dan Dharma memerlukan perhatian khusus. Dengan jumlah total aset yang terkunci di InstaDApp berjumlah 235.7 dolar AS dan 1.4 juta dolar AS di Dharma menjadikan kedua platform ini memiliki potensi kolosal.

 

Kesimpulan

Berdasarkan MarketWatch, industri peminjaman crypto dapat bernilai sebesar 8 miliar dolar AS dalam jangka waktu 2 tahun kedepan. Hal ini tentu bukan hal yang mengejutkan karena data yang berada di Defipulse juga menunjukkan DApps pinjaman mendominasi industri DeFi. Tentu bukan hal yang mengherankan jika tingkat pertumbuhan DeFi menunjukkan tren kenaikan secara keseluruhan. Saat ini valuasi industri pinjaman crypto sebesar 4.7 miliar dolar AS pada Februari 2020, terus meningkat sejak Februari 2019. Platform peminjaman crypto ini dapat diadopsi secara cepat juga dikarenakan tingkat suku bunga yang tinggi.

Namun karena saat ini sedang terjadi pandemi yang melanda seluruh dunia, tingkat pertumbuhan DeFi juga melambat karena ekonomi duni juga melambat. Namun karena industri pinjaman secara fisik sedang melambat, maka ini merupakan kesempatan untuk membuka kesempatan untuk industri digital atau lebih tepatnya industri peminjaman DeFi untuk berkembang pesat.

One thought on “Apa Itu DeFi Lending ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *